Cara Napi Lapas Madiun Kabur Lewat Kolong Truk Jadi Evaluasi Petugas, Nasib Pelaku Diungkap
Torik Aqua July 08, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur menginvestigasi insiden kaburnya narapidana atau warga binaan Lapas Kelas I Madiun berinisial Y. 

Meski telah berhasil diamankan di Pati, Jawa Tengah, kasus tersebut menjadi evaluasi serius terhadap sistem pengamanan di dalam lapas.

Selain memeriksa sejumlah petugas dan warga binaan, Kanwil Ditjenpas Jatim juga mendalami dugaan kelalaian yang memungkinkan Y melarikan diri melalui kolong truk logistik pengiriman beras.

Kini, Y ditempatkan kembali di tahanan dengan pengamanan lebih ketat dan terancam kehilangan hak remisi.

Baca juga: Napi Kabur dari Rutan Nganjuk, Manfaatkan Posisi Tamping Dapur

Kanwil Ditjenpas Jatim Lakukan Investigasi

Menurut Staf Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Hendra, kabar tersebut ditindaklanjuti dengan beberapa hal.

“Kami telah melakukan pengecekan dan melaksanakan olah TKP terkait kejadian pelarian di lapas tersebut,” ujar Hendra, dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat, Selasa (7/7/2026).

Selain itu, pihaknya juga memeriksa sejumlah pegawai Lapas Kelas I Madiun dan warga binaan pemasyarakatan lainnya.

“Warga binaan tersebut sudah tertangkap semalam,” tuturnya.

Melarikan Diri Lewat Truk

Hendra menambahkan, Y melarikan diri lewat kolong truk logistik pengiriman beras.

Namun, untuk detailnya, pihaknya mengaku masih melakukan pemeriksaan intensif.

“Pemeriksaan terkait dugaan adanya kelalaian petugas masih terus berlangsung,” tandas Hendra.

Kasus napi kabur lainnya juga pernah terjadi di Nganjuk

Seorang narapidana, Mohammad Hairul yang kabur dari Rutan Kelas IIB Nganjuk sebagian waktunya dihabiskan di dapur Rutan. 

Hal tersebut seiring Hairul dipercaya pihak Rutan menjadi tahanan pendamping (tamping). 

Penjelasan Karutan

Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya mengatakan Hairul terbilang baru menjadi tamping di Rutan. 

Tamping sendiri merupakan warga binaan yang bertugas membantu pegawai Rutan dalam berbagai kegiatan pembinaan. 

Untuk bisa menjadi tamping, warga binaan harus memenuhi sejumlah syarat, antara lain sudah menjalani masa pidana paling singkat enam bulan dan tidak pernah melanggar tata tertib. 

Baca juga: Identitas Napi Kabur Terkuak, Karutan Nganjuk Sebut Pelaku Terjerat Kasus Pencurian

"Dia menjadi tamping sejak satu bulan yang lalu," katanya, Jumat (23/1/2026). 

Arief melanjutkan, Hairul menjalankan tugas menjadi tamping dapur Rutan. 

Dengan begitu, praktis, sebagai tamping dapur, Hairul berperan memasak dan mendistribusikan makanan ke warga binaan. 

"Dia diperbantukan jadi tamping dapur," ujar Arief. 

Berjalannya waktu, Hairul justru merusak kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya. Dia bikin ulah.

Hairul melarikan diri lewat dapur, tempat di mana dia bertugas. 

Kronologi Kejadian

Napi tersebut diketahui, Mohammad Hairul warga Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. 

Aksi ini dilancarkan Hairul pada Kamis (22/1/2026) siang bolong. 

Baca juga: Kesaksian Penjual Es Cincau Lihat Napi Rutan Nganjuk Kabur: Tersangkut Kawat Berduri Sebelum Lari

Berdasarkan rekaman kamera CCTV, Hairul kabur dengan cara menyelinap di dapur Rutan. 

Dia menyelinap pukul 11.04 WIB. Kala itu, situasi dapur sudah sepi sejak pukul 10.30 WIB. Sementara, makan siang untuk warga binaan dibagikan pukul 10.00 WIB. 

Setelah itu, Hairul naik ke plafon dan bergerak merayap. 

Setelah berhasil merangsek ke plafon Hairul tak tersorot kamera pengawas. 

Beberapa menit berselang, keberadaan Hairul kembali terekam kamera pengawas pukul 12.02 WIB. 

Ia sedang merusak kawat berduri yang terpasang di atas tembok pembatas. 

Tuntas merusak kawat, Hairul turun menuju area halaman Rutan dari tembok pembatas setinggi sekitar 6 meter itu. 

Sesampainya di halaman, dia melompati pagar dan kabur. 

Kendati demikian, alat yang digunakan Hairul untuk merusak kawat berduri belum dapat dipastikan pihak Rutan. 

Sebetulnya, di sisi selatan Rutan terdapat menara pos penjagaan. 

Hanya saja, pos tersebut kosong ketika pagi atau jam kunjungan tatap muka. 

Penjagaan difokuskan di menara pos sebelah utara. 

Prioritas penjagaan berada di menara pos utara. Karena, dulu ada informasi ada napi kabur lewat sisi utara saat jam kunjungan. 

Hingga kini, pihak rutan masih berupaya melakukan pengejaran terhadap Hairul. Tim khusus dibentuk guna menangani persoalan ini. 

Selain kamera pengawas, Aksi Hairul turut dipergoki oleh seorang pedagang es cincau, Dede Andriana (31). 

Sebagai informasi tiap hari, Dede menjajakan es cincau di tepi Alun-alun Nganjuk yang persis berhadapan bangunan Rutan. 

Kala itu Dede sedang melayani dua pembeli. 

Saat meramu es cincau, dia menatap bangunan Rutan sisi selatan.

Bersamaan, dia melihat ada napi keluar melewati kawat berduri tembok pembatas Rutan. 

Setelah berhasil lolos, napi tersebut berjalan dengan langkah cepat. 

Napi itu lantas bergerak ke arah Jalan KH. Agus Salim, Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk. 

Dede lantas buru-buru melapor ke petugas Rutan jika ada seorang napi kabur. 

Petugas Rutan pun menindaklanjutinya. 

Menurut keterangan Dede, napi tersebut berperawakan kurus dan potongan rambut pendek. 

Kala kabur, napi itu mengenakan celana panjang hitam serta kaus hitam. 

Selain itu, juga mengenakan kemeja krem. Namun saat kabur, kemeja itu tersangkut kawat. 

Napi itu melepasnya dan menyampirkannya ke bahu. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.