Kebangkitan dramatis Argentina melawan Mesir memicu momen penuh emosi di dalam dan luar lapangan, ketika Lionel Messi meneteskan air mata, rekan-rekan setimnya bersorak gembira, dan para penggemar di Buenos Aires berpesta merayakan salah satu comeback terbesar di Piala Dunia FIFA 2026.
Setelah berhasil membalikkan ketertinggalan dua gol dalam 13 menit terakhir untuk mengalahkan Mesir 3-2 pada laga babak 16 besar hari Selasa, sang juara bertahan meledak dalam euforia kemenangan. Dari Messi yang tak kuasa menahan tangis, rekan setim yang mengangkat kapten mereka tinggi-tinggi, hingga suasana liar di ruang ganti yang dipenuhi tarian, nyanyian, dan siraman air, kemenangan ini menjadi luapan kelegaan sekaligus pembuktian semangat juang.
Perjalanan Argentina sepanjang pertandingan benar-benar seperti naik rollercoaster emosional. Ketika tertinggal 2-0 pada menit ke-67, eliminasi tampak tak terhindarkan. Namun kebangkitan luar biasa terjadi ketika Cristian Romero, Messi, dan Enzo Fernandez masing-masing mencetak gol dalam rentang 13 menit untuk menulis kisah kebangkitan yang menakjubkan.
Peluit akhir menjadi pelepasan emosi yang tertahan selama berbulan-bulan. Messi tampak menangis bahagia saat dipeluk rekan-rekannya sebelum diangkat ke udara. Beberapa pemain lain juga tak kuasa menahan air mata di lapangan setelah bertahan dari salah satu ujian terberat dalam upaya mempertahankan gelar mereka.
Perayaan berlanjut lama setelah pertandingan berakhir di ruang ganti. Para pemain menari, bernyanyi sekencang mungkin, melambai-lambaikan kaus di udara, dan saling menyiram air dalam suasana yang mencerminkan besarnya arti kemenangan ini. Messi, dengan senyum lega di wajahnya, menyaksikan rekan-rekannya menikmati momen yang tak terlupakan.
Asosiasi Sepak Bola Argentina kemudian membagikan video perayaan tersebut, menyampaikan terima kasih kepada para pemain atas semangat juang dan tekad pantang menyerah mereka, serta memuji tim karena telah membela warna nasional dengan sepenuh hati.
Kemenangan luar biasa ini menjaga harapan Argentina tetap hidup di Piala Dunia. Mesir sempat membuat kejutan ketika Yasser Ibrahim menanduk bola dari tendangan sudut Marwan Attia pada menit ke-15 untuk membawa timnya unggul lebih dulu. Messi kemudian gagal mengeksekusi penalti setelah penjaga gawang Mostafa Shobeir melakukan serangkaian penyelamatan gemilang, termasuk menggagalkan peluang Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez, sebelum tendangan bebas Messi membentur mistar.
Mesir tampak memastikan kemenangan ketika Mostafa Ziko menuntaskan serangan balik cepat pada menit ke-67, hasil kerja sama apik antara Mohamed Salah dan Haissem Hassan, untuk menjadikan skor 2-0.
Namun Argentina menolak menyerah. Romero menanduk masuk umpan bebas Messi pada menit ke-79 sebelum sang kapten menyamakan kedudukan empat menit kemudian lewat tendangan keras yang menghujam gawang. Di masa tambahan waktu, Fernandez dengan tenang menempatkan bola ke pojok bawah gawang untuk melengkapi kebangkitan luar biasa 3-2.
Kemenangan dramatis ini memastikan Argentina melangkah ke perempat final untuk menghadapi Swiss pada 12 Juli, sementara euforia merambah jauh melampaui stadion. Di Buenos Aires, ribuan pendukung turun ke jalan merayakan malam tak terlupakan lainnya dalam sejarah Piala Dunia.