Kegagalan Kolombia Tembus 8 Besar Piala Dunia 2026, Radamel Falcao Tembak Federasi
Muhammad Nursina Rasyidin July 08, 2026 06:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kolombia gagal melanjutkan mimpi mereka di Piala Dunia 2026 dengan gugur di babak 16 besar.

Mereka kalah dari Swiss lewat babak adu penalti yang berakhir 4-3 bagi kekalahan Kolombia di BC Place, Vancouver pada Rabu (8/7/2026).

Hal tersebut langsung disambut kritik keras dari legenda hidup sekaligus salah satu striker terbesar yang pernah dimiliki Kolombia, Radamel Falcao.

Falcao tentu saja tak menyoroti para pemain yang sudah berjuang keras di atas lapangan.

Pria yang saat aktif bermain berjuluk El Tigre ini langsung memberikan sorotan negatif kepada Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF).

Falcao menilai FCF tak pernah serius membangun lingkungan yang tepat untuk membentuk tim nasional yang berkualitas.

Padahal Kolombia seperti tak pernah kekurangan pemain bintang yang lahir di setiap posisi.

Di mana Falcao menjadi yang pernah membawa estafet tersebut, yang mana kini berada di pundak Luis Diaz dan kawan-kawan.

"Kalau dari Kolombia ya Luis Diaz, sentrisnya ini," kata Gigih, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga: Prediksi Tim Lolos Semifinal Piala Dunia 2026, Inggris Berpotensi Bentrok dengan Argentina

Namun kerja keras Diaz saja tak akan berhasil tanpa dukungan banyak pihak lainnya.

Para pemain pasti sadar dengan itu dan mengerahkan segala kemampuan terbaiknya di lapangan.

Untuk itulah Falcao melontarkan kritik besarnya kepada federasi.

Ia ingin momentum Piala Dunia 2026 ini bisa dijadikan kesempatan berkaca dari FCF.

Membenahi kompetisi akan menjadi jalan utama yang paling gampang ditempuh.

El Tigre ingin melihat adanya kompetisi yang kompetitif dan berkualitas di antara para tim yang ada di Kolombia.

"Sangat disayangkan karena kami memiliki banyak peluang, tetapi tidak mampu memanfaatkannya," kata Falcao selepas pertandingan Kolombia melawan Swiss berakhir, dikutip dari Futbol Grafico.

"Dalam situasi seperti ini, di turnamen sebesar Piala Dunia, lawan memiliki kualitas untuk menghukum setiap kesalahan yang kami buat. Dan lagi-lagi, melalui titik penalti, harapan sepak bola kami harus pupus, seperti yang sudah beberapa kali terjadi sebelumnya."

"Kami harus memperbaiki sepak bola kami, baik di level klub maupun tim nasional. Hal ini harus menjadi perhatian serius karena kami sudah terlalu sering menelan kekecewaan."

"Kami harus meningkatkan sistem pembinaan, memberikan perhatian yang lebih besar, serta membangun infrastruktur yang lebih baik bagi pembinaan pemain di kelompok usia muda."

"Hal yang sama berlaku untuk struktur kompetisi sepak bola Kolombia. Sungguh memalukan jika kami bahkan tidak memiliki kompetisi kasta bawah. Kondisi ini membuat sepak bola kami kehilangan daya saing sekaligus melahirkan budaya mediokritas dan rasa cepat puas."

"Banyak klub enggan berinvestasi karena mereka tahu tidak akan terdegradasi. Mereka menikmati anggaran setara klub divisi utama, tetapi hanya membayar pemain dengan upah seadanya. Akibatnya, yang berkembang hanyalah budaya mediokritas di dalam klub."

"Sepak bola kami berhak mendapatkan yang lebih baik dari ini semua," paparnya.

Pembenahan tersebut nantinya akan berdampak kepada Timnas Kolombia sendiri.

Keputusan berada di tangan FCF untuk mau membenahi kekurangan yang ada atau sudah puas dengan keadaan yang ada saat ini.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.