Warga Bawukan Curhat Soal Jalan hingga Limbah Peternakan, Ini Respons Bupati Hamenang
Hari Susmayanti July 08, 2026 09:05 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali melanjutkan Program Sambung Rasa sebagai upaya menjembatani aspirasi masyarakat sekaligus mendekatkan pelayanan publik hingga tingkat desa. 

Kali ini kegiatan digelar di Gedung Serbaguna Desa Bawukan, Kecamatan Kemalang, Klaten, Rabu (8/7/2026), dengan menghadirkan langsung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Tak hanya menjadi forum dialog antara pemerintah dan masyarakat, Sambung Rasa juga menghadirkan beragam layanan publik, penyaluran bantuan sosial, hingga ruang konsultasi bagi pelaku usaha dan kelompok masyarakat.

Setibanya di lokasi, Bupati Hamenang disambut pengalungan syal lurik khas Klaten oleh perangkat desa. 

Selanjutnya, ia bersama Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang meninjau mobil layanan dan stan pelayanan OPD serta produk-produk UMKM lokal yang dipamerkan di halaman gedung. 

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Klaten menghadirkan berbagai layanan publik, di antaranya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, layanan Matur Dokter dari Dinas Kesehatan, layanan perizinan dari DPMPTSP, Sakura dari Disdukcapil, Titip Bandaku dari Dispersip, layanan Lapor Mas Bup dari Diskominfo, serta berbagai pelayanan OPD lainnya sehingga masyarakat dapat mengakses layanan pemerintah tanpa harus datang ke kantor dinas.

Bupati tampak berbincang dengan pelaku UMKM, melihat proses pengemasan produk, hingga menanyakan potensi usaha yang dikembangkan masyarakat.

Memasuki gedung, suasana berlangsung hangat. Ratusan warga dari berbagai dusun memadati kursi yang disediakan untuk mengikuti dialog bersama pemerintah daerah. 

Acara diawali dengan penampilan Tari Mangastuti dari Sanggar Seni Makarti Laras Desa Bawukan, dilanjutkan penyerahan bantuan simbolis, sambutan bupati, hingga dialog interaktif yang berlangsung terbuka.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan Sambung Rasa menjadi sarana pemerintah mendengar langsung persoalan masyarakat sekaligus membawa pelayanan lebih dekat ke desa.

"Hari ini kita melanjutkan perjalanan sambung rasa, kita hadir di Desa Bawukan, Kecamatan Kemalang, menyerap aspirasi secara langsung, menghadirkan berbagai macam bantuan sekaligus menghadirkan pelayanan untuk lebih dekat dengan warga masyarakat," katanya.

Selain pelayanan publik, sejumlah bantuan juga disalurkan kepada masyarakat. Baznas Kabupaten Klaten memberikan bantuan senilai Rp13 juta berupa sembako bagi muazin dan marbot masjid, jamban sehat, serta perlengkapan sekolah. 

PT BPR Bank Klaten Perseroda menyerahkan tabungan pendidikan kepada 10 anak, sementara PDAM Tirta Merapi dan Perusda Aneka Usaha masing-masing menyalurkan bantuan sembako dan alat tulis.

Dinas Sosial P3APPKB turut memberikan bantuan jaminan hidup kepada dua penerima manfaat. Sementara bantuan terbesar berasal dari BPJS Ketenagakerjaan berupa santunan Jaminan Kematian dan beasiswa senilai Rp115 juta.

Dalam sesi dialog, Kepala Desa Bawukan Slamet menyampaikan empat usulan prioritas kepada pemerintah daerah. 

Usulan tersebut meliputi pemasangan plafon Gedung Serbaguna Desa Bawukan, perbaikan Jalan Usaha Tani penghubung Desa Bawukan dengan Desa Panggang sepanjang 725 meter, penyelesaian pembangunan rest area di utara Pasar Butuh sebagai jalur wisata Kali Duren dan Bukit Klangon, serta perbaikan jalan kabupaten penghubung Sleman-Klaten-Boyolali yang melintasi Desa Bawukan sepanjang sekitar dua kilometer.

Tak hanya persoalan infrastruktur, aspirasi juga datang dari sektor ekonomi desa. Perwakilan BUMDes dan UMKM Desa Bawukan Nani, menyampaikan bahwa BUMDes ketahanan pangan saat ini mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. Namun, pihaknya masih menghadapi kendala dalam pengolahan limbah peternakan.

"Untuk saat ini BUMDes ketahanan pangan itu bergerak di bidang peternakan ayam petelur. Kami di sini menghadapi kendala untuk pengolahan limbah atau kotorannya."

"Sehingga mohon bantuannya untuk pendampingan pengolahan, dan juga apa bila diperkenankan mohon juga untuk bantuan alat pengolahan dan juga gudang kotoran hewan untuk diolah menjadi kompos," ujarnya.

Nani juga berharap sekitar 40 kelompok BUMDesma Berkah Merapi dan pelaku UMKM di Desa Bawukan memperoleh pendampingan dalam pengolahan produk, pengemasan, hingga pemasaran.

"Karena UMKM Bawukan untuk pengemasan itu masih biasa belum sesuai dengan standar baku," katanya.

Baca juga: DIY Diserbu 1,2 Juta Turis Saat Libur Sekolah, Dinpar Klaim Tak Ada Kasus Nuthuk Harga dan Parkir

Menanggapi aspirasi tersebut, Hamenang memastikan pemerintah daerah akan memberikan dukungan terhadap pengembangan BUMDes maupun UMKM di Desa Bawukan.

"Yang menarik di sini, Alhamdulillah warga masyarakatnya ini sudah luar biasa, di sini sudah ada BUMDes dan BUMDesma-nya yang kemudian bergerak luar biasa," ujarnya.

"Tentu kami akan ada pendampingan dan supporting, terkhusus tadi di bidang peternakan dan juga perkebunan."

"Di mana yang perkebunan tadi butuh support untuk bibit tanaman durian dan juga alpukat. Insyaallah akan kita realisasi tahun ini. Kemudian pendampingan untuk para peternak juga akan kita laksanakan," jelasnya.

Ia berharap penguatan sektor peternakan, perkebunan, dan UMKM mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bawukan.

Selain sektor ekonomi, Hamenang juga merespons berbagai usulan pembangunan infrastruktur yang disampaikan masyarakat.

"Selain itu tadi seperti biasa juga ada usulan berkaitan dengan infrastruktur. Insyaallah satu per satu yang nanti secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah akan kita realisasikan," katanya.

Pada kesempatan itu, warga juga mengusulkan kenaikan insentif bagi RT, RW, BPD, hingga kader Posyandu. Namun, Hamenang menjelaskan kondisi fiskal daerah saat ini belum memungkinkan untuk memenuhi usulan tersebut.

"Tadi juga seperti biasanya ada usulan dari Posyandu, kemudian dari RT, RW, dari BPD berkaitan dengan kenaikan insentif. Kami jelaskan memang ruang fiskal hari ini belum memungkinkan, tapi ke depan kalau PAD kita sudah meningkat, ruang fiskal dari pusat juga sudah stabil, Insyaallah akan kita naikkan," pungkasnya. (*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.