TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Periode libur sekolah tahun 2026 membawa angin segar bagi sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dinas Pariwisata DIY mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang sangat signifikan, Kabupaten Gunung Kidul keluar sebagai destinasi favorit utama.
Di tengah kepadatan tersebut, momentum liburan kali ini diklaim bersih dari keluhan klasik wisatawan, seperti tarif parkir liar dan nuthuk harga makanan.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Ellya Shari, mengungkapkan bahwa pergerakan wisatawan selama tiga pekan terakhir menunjukkan angka yang sangat tinggi, bahkan diprediksi akan terus merangkak naik hingga masa liburan benar-benar usai.
Berdasarkan data resmi yang dihimpun Dinas Pariwisata DIY per 6 Juli 2026, akumulasi kunjungan wisatawan selama periode 15 Juni hingga 6 Juli 2026 tercatat menyebar di empat kabupaten dengan total sementara mencapai 1.259.789 orang, sementara data dari wilayah Kota Yogyakarta masih dalam proses finalisasi dan belum dilaporkan.
Adapun rincian sebaran jumlah wisatawan tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Gunung Kidul menempati urutan kunjungan tertinggi dengan 568.279 orang, disusul oleh Kabupaten Sleman sebanyak 447.791 orang, kemudian Kabupaten Bantul dengan 156.635 orang, dan Kabupaten Kulonprogo yang mencatatkan angka kunjungan sebanyak 87.094 orang.
Malioboro Tetap Jadi Lokasi Favorit Berburu Suvenir
Meskipun wilayah kabupaten mendominasi angka kunjungan untuk destinasi alam dan budaya, kawasan Malioboro tetap memegang peranan krusial sebagai titik kumpul akhir para pelancong sebelum menyudahi masa liburan mereka di Yogyakarta.
Ellya Shari memberikan penjelasan mendalam mengenai dinamika pergerakan wisatawan serta evaluasi menyeluruh terkait kondisi keamanan dan kenyamanan selama musim libur sekolah ini.
"Selama periode libur sekolah (15 Juni-6 Juli 2026) jumlah wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata di DIY sebanyak 1.259.789 orang (Kota Yogyakarta belum mengisi data kunjungannya). Sampai akhir periode libur diperkirakan sekitar 1,7 juta wisatawan yang mengunjungi DIY," ujar Ellya Shari saat memaparkan data evaluasi pariwisata.
"Sampai tanggal 6 Juli, wisatawan paling banyak mengunjungi Kab. Gunung Kidul (568.279 orang) disusul Kabupaten Sleman (447.791 orang) dan Bantul (156.635 orang) sedangkan Kulonprogo sebanyak 87.094 orang. Malioboro sering menjadi destinasi akhir sebelum wisatawan meninggalkan DIY setelah mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten/Kota karena dapat membeli souvenir dan oleh oleh untuk dibawa pulang."
"Selama liburan ini tidak terdapat kejadian yang dikeluhkan wisatawan seperti parkir dan nutuk harga. Walaupun terdapat kepadatan lalulintas di ring 1 Destinasi wisata (Malioboro dan sekitarnya) tetapi secara umum liburan tahun ini berjalan dengan aman," tegas Ellya.
Pemerintah daerah menggarisbawahi bahwa penanganan arus lalu lintas di kawasan utama atau Ring 1 destinasi wisata—khususnya area Malioboro dan sekitarnya—menjadi fokus yang berhasil dikelola dengan baik. Meskipun kepadatan kendaraan tidak dapat dihindarkan akibat volume kendaraan yang masif, situasi di lapangan dipastikan tetap kondusif dan terkendali tanpa adanya insiden kriminalitas atau pemerasan yang merugikan citra pariwisata Yogyakarta.