Ekonomi Lesu, Dealer Peserta Sauto Expo Semarang Turunkan Target Penjualan
rika irawati July 08, 2026 09:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Pelemahan daya beli masyarakat membuat pelaku industri otomotif lebih berhati-hati memasang target penjualan. 

Pada gelaran Semarang Automotive Expo (Sauto Expo) 2026 di Mal Ciputra Semarang, target penjualan yang sebelumnya mencapai sekitar 25 unit per dealer kini diturunkan menjadi sekitar 15 unit.

Senior Project Manager MJA EO, Dian Citra Lestari mengatakan, penyesuaian target dilakukan setelah dealer melihat kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.

"Kalau target memang enggak seperti tahun lalu atau awal tahun lalu, karena kondisi lagi tidak menentu, juga perihal pajak dan biaya lain-lain."

"Untuk kali ini targetnya enggak terlalu seperti kemarin, per dealer menargetkan 15 unit," kata Dian, Rabu (8/7/2026).

Baca juga: Terungkap Penyebab Kenaikan Harga Daging Sapi di Kota Semarang, Terjadi Sejak Iduladha

Menurutnya, penurunan target bukan tanpa alasan. 

Dealer telah memantau tren penjualan dalam beberapa bulan terakhir sehingga memilih memasang proyeksi yang lebih realistis.

"Memang kondisi ekonomi, daya beli konsumen Indonesia lagi lesu. Jadi mau menargetkan tinggi juga mereka sudah tahu rata-rata penjualan per bulannya seperti apa," ujarnya.

Meski begitu, pelaku industri tetap berupaya menjaga pergerakan pasar melalui penyelenggaraan Sauto Expo yang berlangsung pada 8-12 Juli 2026.

Pameran tersebut diikuti 11 dealer mobil, yakni Mazda, Mitsubishi, Wuling, Suzuki, Honda, BAIC, Geely, BYD, Daihatsu, Chery, dan Jetour.

"Ini pameran tahunan yang kedua. Jadi, setahun tiga kali, awal tahun, pertengahan tahun, sama akhir tahun."

"Sebenarnya, memang di kondisi ekonomi yang lagi lesu ini, semua merasakan, tapi memang harus berusaha," ucapnya.

Dari seluruh peserta, lima dealer menghadirkan kendaraan elektrifikasi, sedangkan enam lainnya masih menawarkan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).

"Yang mobil listrik itu ada lima dan yang enam mobil bensin atau ICE," katanya.

Jumlah peserta pada penyelenggaraan kali ini hanya berkurang satu dibanding awal tahun yang diikuti 12 dealer. 

Namun, seluruh peserta difokuskan pada kendaraan roda empat tanpa menghadirkan sepeda motor maupun variasi otomotif.

"Kalau jumlah dealer awal tahun kemarin 12, ini 11. Sebenarnya cuma berkurang satu."

"Cuma yang kemarin ada variasi dan roda dua, kalau kali ini mobil semua," jelasnya.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini, Selasa 7 Juli 2026

Dian menambahkan, pasar otomotif juga semakin kompetitif dengan masuknya berbagai merek baru, terutama kendaraan listrik asal China.

"Merek-merek baru banyak banget. Memang arahnya banyak dari China dan semuanya masuk ke Indonesia," tuturnya.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku industri juga masih mencermati pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang berpotensi meningkatkan biaya impor kendaraan maupun komponen. 

Kombinasi tekanan nilai tukar, ketidakpastian ekonomi, dan melemahnya daya beli membuat dealer memilih mengedepankan target yang lebih realistis sembari berharap berbagai program promosi selama pameran mampu mendongkrak transaksi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.