TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Hendrar Prihadi alias Hendi menegaskan bahwa dirinya hingga saat ini masih merupakan kader resmi PDI Perjuangan (PDIP).
Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas kabar yang beredar luas di media sosial terkait dirinya yang dikabarkan akan berubah haluan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"Saya masih Ber-KTA PDIP," ujar Hendi kepada Tribun, Rabu (8/7/2026).
Baca juga: Politisi PDIP Sekaligus Mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Dikabarkan Pindah Partai ke PSI
Ketika disinggung mengenai terbukanya pintu PSI terhadap dirinya, pria yang akrab disapa Hendi ini memilih enggan menanggapi lebih jauh. Ia kembali menggarisbawahi komitmennya pada partai berlambang banteng tersebut.
"Tidak benar (masuk PSI)," katanya dengan singkat.
Selain membantah kepindahan partai, Hendi juga menampik rumor yang menyebutkan dirinya sempat melakukan pertemuan dengan Joko Widodo, Presiden ketujuh RI.
"Tidak benar," ungkapnya menutup spekulasi yang berkembang.
Di sisi lain, PSI Jawa Tengah justru menyambut dengan tangan terbuka menyoal kemungkinan Hendi ingin merapat ke partai tersebut.
Sebelumnya, Hendi memang santer dikabarkan menjadi "kutu loncat" yang akan berpindah ke PSI, partai yang kini dinakhodai oleh Kaesang Pangarep.
"Ya tentu kami terima, kalau mereka sudah tidak nyaman di rumahnya yang lama bisa saja pindah ke rumah baru," ujar Ketua Dewan Pembina DPW PSI Jawa Tengah, Muhammad Farchan, saat dikonfirmasi selepas rapat paripurna di Kota Semarang, Rabu (8/7/2026).
Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PSI itu menyebut, jika rumor tersebut benar terjadi, maka akan menjadi kabar yang luar biasa.
Sebab, rekam jejak Hendi sangat mentereng di Kota Semarang maupun Jawa Tengah. Ia memuji sepak terjang Hendi yang berhasil menjadi Wali Kota Semarang dua periode dan sempat maju sebagai calon Wakil Gubernur pada pemilu 2024.
Secara kepartaian, PSI menilai Hendi merupakan sosok yang piawai menggerakkan mesin partai, terbukti dengan pengalaman masa lalunya sebagai Ketua DPC PDIP Kota Semarang.
"Luar biasa, tidak main-main, ini akan bisa menjadi momentum pendorong PSI Jateng, jadi kami menyambut baik," ungkapnya.
Farchan mengaku, partainya sangat terbuka kepada siapa pun, termasuk mantan anggota partai lain. Keterbukaan itu menjadi strategi PSI Jateng untuk menjadi partai besar. Baginya, perpindahan anggota antarpartai merupakan hal yang lumrah dalam politik.
"Kalau tidak terima, kapan partai ini akan menjadi besar?" ujarnya. Meski sudah membuka pintu lebar-lebar, Farchan mengakui bahwa hingga saat ini belum ada pernyataan resmi apa pun dari pihak Hendrar Prihadi terkait perpindahan tersebut. (Iwn)