Oleh: Muh. Iqbal Latief
Dosen Sosiologi/Kapus Opini Publik LPPM UH
TRIBUN-TIMUR.COM - Rektor Unhas Prof.Dr.Ir. Jamaluddin Jompa (JJ), Selasa (7/7) telah menuntaskan personalia kabinetnya pada periode kedua kepemimpinannya (2026-2030).
Seperti yang banyak dibicarakan, wajah-wajah lama masih menghiasi kabinet tersebut.
Nama-nama seperti Prof. Muhammad Ruslin. Drg. M.Kes. Ph.D, masih bertengger sebagai Wakil rektor 1 bidang akademik dan kemahasiswaan.
Juga Prof. Subehan. S.Si, M.Pharm, Sc, Ph.D, Apt sebagai Wakil rektor 2 bidang perencanaan, keuangan dan prasarana, dan Prof.Dr. Farida Patittingi SH. M.Hum sebagai Wakil Rektor bidang SDM, pengembangan talenta dan kesejahteraan.
Hanya dua wakil rektor yang baru yaitu Prof.Ir. Suharman. ST. MT. Ph.D HSE sebagai wakil rektor 4 bidang kemitraan, internasionalisasi, dan kealumnian, dan Prof.Dr. Amir Ilyas SH.MH sebagai wakil rektor 5 bidang innovasi dan pengelolaan usaha.
Ketika memberi sambutan usai melantik para wakil rektor, beberapa dekan dan beberapa pimpinan Lembaga di lingkungan Unhas, Prof JJ menekankan bahwa Unhas saat ini memperkuat transformasi institusi menuju perguruan tinggi (PT) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Indikatornya, Unhas melakukan tata Kelola yang lebih dinamis, penguatan riset global, pemanfaatan kecerdasan artifisial, dan hilirisasi innovasi.
“Semua ini ditujukan agar Unhas mampu menjadi kampus yang menghadirkan solusi, membangun kemandirian, melahirkan inovasi dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ungkap Prof JJ menegaskan.
Transformasi kelembagaan yang menonjol dalam kabinet rektor Unhas jilid dua ini, dibentuknya Lembaga Transformasi Digital dan kecerdasan artifisial, dan lembaga global research institute yang khusus menangani riset-riset yang berskala global.
Selain itu, penguatan kelembaaan penetian dan pengabdian pada masyarakat (LPPM) dengan menghadirkan struktur baru yakni Ketua dan dua wakil ketua LPPM (kalau periode lalu ketua dan sekretaris saja).
Dari seluruh narasi sambutan Prof JJ, yang menarik adalah ketika Rektor Unhas itu dipertengahan sambutannya secara berseloroh menyatakan mari mewujudkan “Unhasku adalah Surgaku”.
“Jadi tagline Unhas saat ini, tidak cukup lagi dengan hanya Unhasku Bersatu – Unhasku Kuat tapi harus ditambah “Unhasku adalah Surgaku”.
Aksentuasi Prof JJ terhadap makna Unhasku adalah Surgaku, lebih kepada upaya meningkatkan kesejahteraan warga Unhas.
Indikator kesejahteraan tersebut antara lain, renumerasi (termasuk insentif kinerja) harus bagus, kesehatan warga Unhas harus bagus dan ketersediaan perumahan yang memadai.
Jika dipahami secara semantik, maka jargon Unhasku adalah surgaku merupakan frasa yang diadopsi dari Bahasa Arab yaitu “Baiti Jannati” (rumahku surgaku).
Dalam ajaran Islam, sebuah rumah (atau lingkungan tempat tinggal/belajar) menjadi surga ketika diisi dengan kedamaian, ilmu yang bermanfaat, serta kasih sayang dan nilai-nilai kebaikan didalamnya.
Rumahku surgaku adalah tempat ternyaman, penuh ketenangan, kasih sayang, dan kebahagiaan bagi penghuninya.
Tentu surga yang dimaksud, bukanlah alam akhirat tetapi hanyalah makna kiasan.
Mungkinkah Unhasku adalah Surgaku, dapat ternyatakan dalam wujud keseharian insan akademis di kampus “merah”?
Mungkinkah renumerasi, Kesehatan dan perumahan, akan lebih baik dan meningkat?
Sabar ya menanti, mari hamparkan karpet merah pengabdian untuk kabinet Prof.JJ jilid dua. Bravo Unhasku….(*)