Kios Pedagang di Terminal Cicaheum Bakal Dibongkar Demi Depo BRT, Kompensasi Sudah Disiapkan
Kemal Setia Permana July 08, 2026 09:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah kios pedagang di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, bakal dibongkar menyusul adanya rencana pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, pedagang di Terminal Cicaheum masih bertahan meskipun area itu sudah kosong karena semua bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) sudah dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pembongkaran kios pedagang akan dilakukan karena area tersebut akan digunakan sebagai depo yang harus mampu menampung puluhan armada BRT.

"Iya (akan) dibongkar karena nanti kan buat depo. Ada puluhan bus di sana. Kayaknya kita pakai bus yang besar akhirnya yang isinya sekitar 50 penumpang," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Rabu (8/7/2026).

Dengan rencana pembongkaran itu, Pemerintah Kota Bandung juga akan memberikan kompensasi kepada para pedagang yang terdampak mengingat sebagian besar pedagang itu merupakan penyewa kios.

Baca juga: Mau Nonton Asia Africa Festival 2026? Simak Panduan Agar Aman dan Nyaman Selama Acara

"Pedagang di Cicaheum kita akan berikan kompensasi, karena mereka rata-rata ngontrak," kata Farhan.

Farhan memastikan, pembangunan depo BRT di Terminal Cicaheum tersebut akan segera dilaksanakan dan kini tinggal menunggu pemasangan fasilitas pendukung berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Depo Cicaheum sudah siap (dibangun) tinggal masuk SPKLU saja. Ada beberapa SPKLU dari Korea yang akan masuk ke sana," ucapnya.

Selain itu, kata Farhan, pemerintah juga saat ini tengah mengkaji kemungkinan menjadikan Stasiun Hall sebagai depo tambahan untuk mendukung operasional layanan transportasi massal tersebut.

"Kita lagi menunggu kemungkinan untuk menjadikan Stasiun Hall juga sebagai depo. Kalau itu jadi, keren sih," ujar Farhan.

Meski pembangunan depo segera dilaksanakan, Farhan mengaku masih menunggu kepastian mengenai model bisnis dan operator yang akan mengelola layanan BRT. Menurutnya, aspek tersebut menjadi faktor penting sebelum sistem transportasi massal itu resmi beroperasi.

"Yang paling menegangkan buat saya sekarang adalah mengenai kepastian bisnis model operator transportasi. Saya belum dapat kepastian, kita masih menunggu konsep yang ditawarkan oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, terkait pemberian kompensasi bagi para pedagang di Terminal Cicaheum tersebut, saat ini pihaknya sedang menyiapkan draft keputusan kepala dinas.

"Data penerima juga sudah ada dan nantinya dana akan ditransfer ke rekening masing-masing, sebaiknya melalui BJB agar lebih mudah," ujar Rasdian.

• Fenomena Terbalik di Timnas Indonesia Jelang Piala ASEAN 2026, Kini Kental Rasa Persib Bandung

Berdasarkan hasil pendataan, kata Rasdian, jumlah pedagang yang akan mendapat kompensasi tersebut kurang lebih sekitar 51 orang. Sedangkan nominalnya bervariasi tergantung ukuran kios yang ditempati oleh masing-masing pedagang.

"Besaran kompensasi bervariasi, tergantung ukuran kios. Ada yang dapat sekitar Rp 2 juta, Rp 3 juta, dan ada juga yang lebih besar," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.