Tujuh Kali Erupsi, Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga Level III
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 08, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Pada Rabu (8/7/2026), gunung api tersebut mengalami erupsi sejak pukul 00.11 WIB.

Baca juga: Belum Ada Larangan Nelayan untuk Melaut Meski Gunung Anak Krakatau Siaga

Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, mencatat tujuh kali erupsi dalam rentang dini hari hingga pagi.

Penjaga Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi, membenarkan aktivitas erupsi tersebut. Meski intensitas erupsi meningkat, status Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berada pada Level III (Siaga).

"Status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III atau Siaga," kata Andi.

Berikut ini catatan erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Rabu (8/7/2026) :

  • Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.11 WIB. Saat itu visual letusan tidak teramati karena kondisi gelap. Namun, aktivitas terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24 milimeter dan durasi 40 detik.
  • Selanjutnya, erupsi kedua terjadi pada pukul 05.50 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu, coklat hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut. Erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 26,1 milimeter dengan durasi 44 detik.
  • Erupsi ketiga vulkanik kembali berlanjut pada pukul 07.11 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 250 meter di atas puncak dengan warna kelabu hingga hitam dan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke barat laut. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter selama 31 detik.
  • Erupsi keempat pada pukul 08.42 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 100 meter di atas puncak atau sekitar 257 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut. Aktivitas ini tercatat memiliki amplitudo maksimum 35 milimeter dan berlangsung selama 40 detik.
  • Erupsi kelima terjadi pada pukul 09.35 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut. Erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 49 milimeter dan berlangsung selama 27 detik.
  • Erupsi keenam terjadi pada pukul 09.54 WIB. Tinggi kolom abu teramati sekitar 100 meter di atas puncak atau sekitar 257 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut. Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 45 milimeter dan durasi 13 detik.
  • Erupsi ketujuh terjadi pukul 11.47 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 m di atas puncak (kurang lebih 357 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 42 detik.

Meski dalam satu hari terjadi tujuh kali erupsi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau belum mengubah tingkat aktivitas gunung tersebut.

Masyarakat dan wisatawan tetap diimbau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius yang telah direkomendasikan selama status Level III (Siaga) masih berlaku.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.