Laporan Kontributor Majalengka Adhim Mubaroq
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Air baru saja memenuhi dasar sebuah jeriken bening. Seorang ibu buru-buru menutupnya, lalu menggesernya ke pinggir jalan agar galon berikutnya bisa segera diisi.
Di belakangnya, belasan wadah kosong lain telah mengantre. Ember, jeriken, galon, bahkan baskom plastik berjejer rapi di bawah rindangnya pohon mangga.
Tak seorang pun ingin menyia-nyiakan setiap tetes yang mengalir dari selang biru itu.
Sudah sekitar sebulan, warga Blok Jagreug, Desa Babakan, Kecamatan Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, hidup dengan pasokan air yang tak lagi ramah.
Pada malam hari, air masih sesekali mengalir dengan debit kecil. Namun ketika matahari mulai meninggi, keran-keran di rumah mereka lebih sering mengeluarkan angin daripada air.
Bagi keluarga-keluarga di kampung itu, pagi bukan lagi sekadar awal aktivitas.
Pagi adalah waktu menghitung sisa air di bak mandi. Siang menjadi saat paling mencemaskan karena tak ada lagi air yang mengalir.
Sementara sore diisi harapan agar ada bantuan datang sebelum persediaan benar-benar habis.
"Kalau malam masih keluar sedikit, tapi kalau siang tidak ada," tutur Jamilah (47) pelan.
Ia tersenyum ketika galonnya penuh. Air itu, katanya, akan disimpan untuk memasak dan minum.
"Di sini bukan kekeringan, tapi airnya memang kurang. Kadang habis dipakai mencuci langsung habis lagi," ucapnya.
Sore itu, harapan datang bersama sebuah mobil tangki milik Polres Majalengka. Tanpa banyak seremoni, personel polisi langsung membentangkan selang, membantu warga mengangkat galon, mengisi ember, hingga memastikan setiap rumah mendapatkan bagian.
Sebanyak 6.000 liter air bersih didistribusikan secara door to door di Desa Babakan dan Desa Sawana. Tak hanya rumah warga, penampungan air di masjid pun ikut diisi agar azan tetap disambut dengan air untuk berwudu.
Di Blok Jagreug, bantuan itu menyentuh sekitar 45 kepala keluarga atau lebih dari 150 jiwa.
Penyaluran dipimpin Kapolsek Kertajati AKP H. Diding Sunandi didampingi Kasat Intelkam Polres Majalengka AKP Asep Hendra Mulyana beserta jajaran.
Mewakili Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, AKP H. Diding Sunandi mengatakan bantuan tersebut merupakan respons atas keluhan masyarakat yang mulai merasakan dampak musim kemarau.
"Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan masyarakat. Distribusi dilakukan secara door to door agar benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan, termasuk memenuhi kebutuhan air di masjid," katanya.
Di sela pembagian, tak terlihat jarak antara petugas dan warga. Seragam cokelat itu ikut memegang selang, mengangkat galon, bahkan bercanda dengan anak-anak yang penasaran melihat air mengalir deras dari tangki.
Kepala Desa Babakan, Komarudin, menyebut bantuan itu menjadi angin segar bagi masyarakat yang mulai dihantui kekhawatiran akan berkurangnya air bersih.
"Alhamdulillah, warga sangat terbantu. Bantuan ini datang di saat yang tepat," ujarnya.
Baca juga: Door to Door ke Rumah Hingga Masjid, Polres Majalengka Salurkan Air Bersih Kepada Warga Kertajati