Empat Titik Terdampak Longsor Berdasarkan Data BPBD Batang Hari
Mareza Sutan AJ July 08, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari melakukan pendataan dan verifikasi terhadap sejumlah lokasi yang terdampak longsor di beberapa desa, Rabu (8/7/2026).

Hasil pendataan sementara menunjukkan terdapat empat titik longsor yang tersebar di Desa Pasar Terusan, Desa Malapari, Desa Napal Sisik, dan kawasan Sungai Rengas.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, abrasi di sepanjang aliran sungai mengancam sejumlah permukiman warga.

Di Desa Pasar Terusan, satu unit rumah dilaporkan berada dalam kondisi memprihatinkan setelah bagian dapurnya hampir ambruk akibat tergerus longsor.

Selain BPBD, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI juga telah meninjau lokasi kejadian untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Sebagai penanganan awal, BPBD bersama Dinas Sosial Kabupaten Batang Hari telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak.

Sekretaris BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim setelah menerima laporan dari pemerintah desa.

"Terkait dengan kejadian longsor yang ada di beberapa desa, kami dari BPBD kemarin langsung melakukan verifikasi ke lapangan guna mendata sebagai bahan laporan yang akan kita tindak lanjuti," katanya.

Menurutnya, titik longsor tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi tersebar di beberapa desa.

Bahkan, BPBD masih melakukan pendataan terhadap laporan longsor terbaru di Sungai Rengas.

"Selain dari Pasar Terusan, ada dua titik lagi yaitu satu di Desa Malapari dan satu di Desa Napal Sisik.

"Ada juga informasi yang baru kami dapat ini di Sungai Rengas, kebetulan kawan-kawan dari BPBD saat ini lagi verifikasi ke lapangan untuk melakukan pendataan," tegasnya.

Sholihin memastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Namun, salah satu rumah warga mengalami kondisi yang cukup mengkhawatirkan karena bagian dapurnya nyaris terlepas akibat longsor.

"Alhamdulillah kemarin kalau untuk korban memang tidak ada. Tapi untuk rumah warga itu ada yang terancam karena dapurnya sudah hampir tergantung," sebutnya.

Ia menjelaskan, tingkat ancaman longsor di setiap lokasi berbeda.

Kondisi paling rawan berada di Desa Pasar Terusan, sedangkan di Desa Malapari dan Napal Sisik jarak longsoran dengan permukiman masih relatif aman.

"Untuk titik longsor itu satu rumah di Desa Pasar Terusan.

"Kalau yang di Malapari itu jaraknya ke rumah warga masih sekira 5 meteran, dan yang di Napal Sisik itu posisinya jauh dari pemukiman," tambahnya.

Sebagai bentuk penanganan darurat, BPBD bersama Dinas Sosial telah menyerahkan bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak abrasi sungai.

"Kami dari BPBD dan juga Dinas Sosial kemarin sudah memberikan langsung bantuan kepada masyarakat korban yang posisi rumahnya hampir tergerus oleh longsor," tutupnya.

(Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

 

Baca juga: Sopir Truk Terjepit dalam Kabin setelah Tabrakan di Rantau Api Tebo

Baca juga: Ketua RW di Batang Hari Dibawa Polisi Lihat Tempat Bandar Simpan 16 Paket Sabu

Baca juga: Daftar 27 Pejabat Pemkab Tanjab Barat yang Dilantik Bupati Anwar Sadat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.