Balita Hanyut di Pasaman Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Area Pencarian hingga 3 Kilometer
Rahmadi July 08, 2026 11:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN – Harapan menemukan Haikal (3,5), balita yang diduga hanyut di sungai di Jorong 7 Saroha, Nagari Koto Tapan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) masih belum terwujud.

Memasuki hari keempat pencarian pada Rabu (8/7/2026), tim SAR gabungan kembali harus menutup operasi dengan hasil nihil.

Sejak pagi, personel SAR bersama unsur gabungan menyisir aliran sungai dan sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.

Area pencarian diperluas hingga sekitar tiga kilometer dari lokasi yang diduga menjadi titik awal korban hilang.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan operasi hari keempat dimulai pukul 07.30 WIB dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) agar penyisiran berlangsung lebih efektif.

Baca juga: BREAKING NEWS Truk Paket Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun di Sitinjau Lauik, Padang-Solok Macet

"Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian di beberapa sektor yang telah ditentukan. Hingga operasi dihentikan pukul 18.00 WIB, korban masih belum ditemukan sehingga pencarian akan kembali dilanjutkan besok pagi," kata Abdul Malik melalui keterangan resminya.

Area Pencarian Terus Diperluas

Abdul Malik menjelaskan, penyisiran dilakukan baik melalui jalur sungai maupun pemantauan dari udara menggunakan drone thermal.

Selain itu, tim juga mengoperasikan perahu karet bermesin untuk menelusuri aliran sungai yang diduga dilalui korban.

Berbagai perlengkapan SAR turut dikerahkan, di antaranya kendaraan rescue, ambulans, peralatan SAR air, perlengkapan medis, perangkat komunikasi, hingga peralatan mountaineering guna mendukung operasi di medan yang cukup menantang.

Meski cuaca selama pencarian terpantau cerah berawan, proses operasi tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan.

"Kendala yang dihadapi di lapangan adalah tidak adanya jaringan sinyal komunikasi di lokasi pencarian. Namun seluruh unsur tetap berkoordinasi secara langsung agar operasi berjalan optimal," ujarnya.

Baca juga: Sulit Dapat Biosolar di Padang, Antrean di SPBU Khatib Sulaiman Sudah Mengular Sebelum Dibuka

Puluhan Personel Dikerahkan

Sebanyak 57 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari sembilan personel Pos SAR Pasaman, enam personel BPBD Pasaman, anggota Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta sekitar 40 orang dari unsur pemerintah nagari dan masyarakat setempat.

Operasi SAR kemudian dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIB dan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Kamis (9/7/2026) mulai pukul 07.30 WIB dengan melanjutkan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Setelah dicari, Haikal tidak lagi ditemukan. Karena lokasi bermain berada tidak jauh dari sungai, korban diduga terjatuh dan hanyut terbawa arus.

Warga bersama pemerintah nagari telah melakukan pencarian sebelum akhirnya meminta bantuan kepada Basarnas.

Hingga hari keempat operasi, keberadaan Haikal masih belum diketahui. Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian dengan memperluas penyisiran di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.