Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali bersama Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani beraudiensi dengan Tenunin untuk membahas tentang pemberdayaan penenun dan pengembangan tenun ikat Sumba Timur pada Rabu (8/7/2026). Tenunin adalah wirausaha sosial yang berfokus pada pemberdayaan penenun perempuan di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Tenunin menyampaikan program eMpowering Youths Across ASEAN (eYAA) Cohort 6, yang akan menempatkan para Youth Volunteers ASEAN di Sumba Timur untuk mendukung pemberdayaan masyarakat bersama komunitas penenun.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Kampung Raja Pau, Desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu, selama bulan Juli hingga Oktober 2026.
Tenunin menyampaikan berbagai program pemberdayaan yang akan dilaksanakan.
Di antaranya melakukan pendampingan bagi para penenun, penguatan kapasitas usaha, pengembangan akses pasar dan bangun kolaborasi dalam upaya pelestarian tenun ikat sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi.
Umbu Lili Pekuwali menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Tenunin kepada Kabupaten Sumba Timur sebagai lokasi pelaksanaan program. Ia mengakui bahwa kolaborasi merupakan langkah strategis dalam pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus meningkatkan daya saingnya ke luar daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas dan berbagai mitra pembangunan merupakan langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing tenun ikat Sumba di tingkat nasional maupun internasional,” kata Pekuwali.
Sementara itu, Wakil Bupati Yonathan Hani mengatakan bahwa, tenun ikat bukan hanya warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan para penenun melalui pengembangan kualitas produk, akses pasar dan promosi yang berkelanjutan.
Ia pun berharap, ke depan program tersebut dapat memberikan dampak yang nyata bagi penenun di Sumba Timur.
"Kami berharap program ini mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para penenun perempuan, serta semakin memperkenalkan tenun ikat Sumba Timur di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya. (dim)