Gunung Anak Krakatau 11 Kali Erupsi dalam Sepekan, Bupati Imbau Warga Jauhi Zona Bahaya
Daniel Tri Hardanto July 08, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda terus meningkat.

Baca juga: Gegara Erupsi Gunung Anak Krakatau, Harga Ikan Naik

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, hingga Rabu (8/7/2026) pukul 11.47 WIB, gunung api tersebut telah tujuh kali mengalami erupsi.

Meski intensitas erupsi meningkat, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).

Dalam sepekan terakhir, tepatnya pada 2-8 Juli 2026, Gunung Anak Krakatau telah mengalami 11 kali erupsi.

Erupsi pertama pada periode tersebut terjadi pada 2 Juli, kemudian kembali terjadi pada 3 Juli, 4 Juli, dan 7 Juli.

Pada Rabu (8/7/2026), telah terjadi tujuh kali erupsi dalam rentang waktu sejak pukul 00.11 WIB hingga 11.47 WIB.

Menyikapi peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan otoritas vulkanologi.

Egi meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 hingga 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau sesuai dengan rekomendasi yang berlaku selama status Level III (Siaga).

"Ini menjadi perhatian kami. Sekarang statusnya sudah Level III atau Siaga. Sesuai rekomendasi, dalam radius 3 sampai 5 kilometer dari kawah aktif tidak boleh ada aktivitas. Hari ini kami juga terus memonitor perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau," kata Egi.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi risiko akibat meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya demi menjaga keselamatan.

Selain masyarakat umum, Egi secara khusus mengimbau para nelayan dan pelaku usaha wisata agar menghentikan sementara aktivitas menuju kawasan Gunung Anak Krakatau hingga kondisi kembali dinyatakan aman.

"Kami mengimbau nelayan maupun pihak yang membuka trip wisata ke sana untuk sementara tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Ini demi keselamatan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau dan pihak berwenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.