TRIBUN-MEDAN.COM – Pilu Dede Trisno (27) warga di Sukabumi, Jawa Barat meninggal gegara jalan rusak saat hendak dilarikan ke puskesmas.
Adapun Dede Trisno warga Sukabumi meninggal dunia saat hendak dilarikan ke puskesmas.
Dia dikabarkan tengah dalam kondisi sakit dan hendak dibawa ke pusat kesehatan.
Namun, nahas, dia tak sempat mendapatkan pertolongan dan meninggal dunia dalam perjalanan.
Akses perjalanan dari kediamannya menuju puskesmas dalam keadaan rusak dan tak bisa terburu-buru.
Tetangga korban, Dera Purnama membenarkan adanya kejadian warga Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, yang meninggal dunia di perjalanan dan tak sempat mendapatkan pertolongan medis.
Kejadian itu terjadi pada Senin (6/7/2026) malam.
"Almarhum memang sakitnya sudah lama.
Dia sakitnya sakit paru-paru, gejala paru-paru atau apa itulah.
Baca juga: Sulitnya Air Bersih dan Irigasi di Sekitaran Danau Toba, Bobby Sarankan Integrasi
Pas waktu kemarin itu kumat, terus sama saudaranya mau dibawa pakai motor, tetapi saat di perjalanan keburu meninggal," kata Dera dilansir dari Kompas.com.
Dera menjelaskan bahwa saat itu Dede hendak dibawa menuju puskesmas bersama ibu dan saudaranya.
Dede dibawa menggunakan sepeda motor sebab kendaraan roda empat atau ambulans tak bisa masuk ke kampungnya.
Selain itu, Dera merinci bahwa kisaran perjalanan dari kampungnya menuju puskesmas itu berjarak 20 kilometer dengan akses jalan yang rusak.
"Akses jalan menuju ke kampung kami itu kan enggak bisa masuk ambulans, jadi terpaksa dibawa pakai motor bertiga, yang sakit di tengah.
Itu kalau jalannya kering tidak hujan bisa ditempuh 1 jam, kalau lagi hujan dan licin bisa dua jam setengah," ujar Dera.
Masih kata Dede, peristiwa meninggalnya warga di perjalanan saat hendak dibawa ke fasilitas kesehatan itu tak hanya sekali.
Kejadian serupa juga pernah terjadi pada tahun 2024 dan 2025.
Dede juga menyayangkan akses jalan yang rusak sebab memperlambat warga mendapatkan pertolongan jika harus ditangani.
"Sebelumnya juga pernah terjadi warga yang meninggal di perjalanan saat hendak dibawa ke fasilitas kesehatan, kalau tidak salah tahun 2024 dan 2025 itu waktu Lebaran juga," ucapnya.
Baca juga: SOSOK Udin Pengedar Sabu di Jalan PDAM Tirtanadi Ditangkap, Polisi Amankan 9 Klip Barang Haram
"Harapannya enggak muluk-muluk, saya ingin akses jalan yang layak itu yang utama.
Jadi supaya mudah kalau bawa warga ke rumah sakit kalau ingin berobat," tuturnya.
Sementara itu di kasus lain sebelumnya viral seorang ibu hamil bernama Tuti Daulay di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terpaksa digotong oleh warga ke rumah sakit dengan menggunakan bambu.
Tuti digotong warga selama 6 jam perjalanan menuju ke rumah sakit dengan jarak 30 Kilometer dan menuai banyak komentar dari netizen.
Gubernur Sumut Bobby Nasution menyampaikan, belasungkawa atas meninggalnya bayi ibu yang ditandu sepanjang 30 KM saat hendak melahirkan di Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan.
Pihaknya akan mengecek kendala yang terjadi di daerah tersebut yang menyebabkan seorang ibu hendak melahirkan harus ditandu sepanjang 30 KM.
Bobby Nasution menjelaskan, jika kendalanya dibagian jalan, maka pihaknya siap membantu perbaikan, dengan catatan pemerintah kab/kota mengajukannya ke Pemprov Sumut.
"Untuk detailnya saya belum termonitor, kami sampaikan bukan menyalahkan, tapi dari provinsi Kami sampaikan belasungkawa karena anaknya sudah meninggal saat tiba di rumah sakit.
Tapi sebagai tanggung jawab dari Pemprov kami akan cek persoalan infrastruktur jalan di Tapsel khususnya di daerah tersebut,"jelasnya saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (12/5/2026) sore.
Menurutnya, jika kondisi jalan tersebut rusak sebelum atau pasca bencana, pihaknya akan segera memperbaiki jalan tersebut.
"Nanti kita cek, apakah jalan punya kabupaten tapsel atau siapa. kita coba cek kondisi jalannya, apakah rusak karena bencana atau memang sudah rusak dari sebelumnya. nanti kita pastikan jalannya bisa diperbaiki segera," tuturnya.
Ia juga sempat melakukan kroscek ke Dinas Bina Marga Bina Konstruksi, apakah proyek jalan ini sudah masuk dalam perbaikan tahun ini
"Nanti kita cek, perbaikan jalan ini sudah dianggarkan di tahun ini atau seperti apa. Karena, Tapsel juga dapat dana bantuan bencana. Karena, selain untuk daerah bencana, anggaran itu bisa digunakan untuk daerah bukan bencana," jelasnya.
Bobby juga memastikan, Pemprov akan memberi anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Arse.
"Ini yang kami bantu dari infrastrukur daerah, tapi, tergantung pengajuan daerah masing masing," jelasnya.
Sementara untuk Fasilitas kesehatan, agar tidak terjadi hal serupa, Bobby akan meningkatkan pelayanan puskesmas di daerah tersebut.
"Saya sudah sering sampaikan dari kemarin, tolong kabupaten/kota itu puskesmas dibuat standart nya sudah ada. Ketika standart yang ada. Kami dari pemerintah provinsi hanya bisa membantu puskesmas bisa menjadi puskesmas rawat inap," jelasnya.
Seharusnya, kata Bobby, program Puskesmas rawat inap ini baru berjalan tahun 2027. Namun, dipercepat menjadi tahun ini.
"Anggarannya harusnya di 2027, tapi kita percepat di tahun ini. Karena ada bantuan dari presiden dari TKD yang diberikan kepada kita itu saya sampaikan berkali-kali tolong itu syaratnya ada, jarak dari rumah sakit ke titik desa ataupun kampung ataupun kecamatan lebih dr 30 km kita harapkan puskesmasnya kita buat standart. Ada rawat inap ini yang kita dorong,"Ucapnya.
Untuk itu, ia berharap, setiap kepala daerah mengajukan untuk perbaikan puskesmas ke Pemprov Sumut.
"Bukan hanya dari programnya saja tapi kita bantu keuangannya. Tergantung dari daerah yang mengajukan apa tidak. Karena dari provinsi jadi harus ada pengajuan dari kab/kota. Dan sudah kita mulai tahun ini," jelasnya.
*/tribun-medan.com