TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pengendara selalu antre BBM biosolar setiap hari, menjelang SPBU 14.251.583 Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang dibuka.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Operasional SPBU 14.251.583 Khatib Sulaiman, Asrul, saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com, Rabu (8/7/2026).
Pengakuan Asrul, kendaraan selalu menunggu jam operasional SPBU buka, agar lebih dahulu mendapatkan biosolar.
"Selalu antre setiap hari, kita buka jam 06.00 WIB pagi, menjelang buka sudah banyak kendaraan berbaris," kata dia.
Di sisi lain, ia mengaku cukup kewalahan, tidak hanya melayani kendaraan yang mengisi biosolar, tetapi juga harus meluangkan waktu lebih saat stok masuk.
Terkadang stok BBM masuk malam dan pagi, akibatnya tidak ada waktu istirahat, lantaran harus menanti kedatangan truk pengangkut.
"Biasanya kalau sudah selesai jam kerja, bisa kita bersantai, namun karena tingginya permintaan biosolar, harus meluangkan waktu lebih, apalagi saat solar datang," tuturnya.
Baca juga: Penggerebekan Narkoba Tanah Datar, Tiga Pria Ditangkap, Polisi Sita 84,86 Gram Sabu dan Ganja
Sopir pengangkut alat kesehatan untuk rumah sakit, mengaku sering terlambat mengantarkan barang ke tempat tujuan.
Bukan tanpa alasan, keterlambatan dia saat mengantarkan barang disebabkan oleh antrean panjang saat mengisi BBM biosolar.
Ditemui TribunPadang.com di SPBU 14.251.583 Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, ia mengaku sudah mengantre satu jam lebih.
Saat memberikan keterangan, posisi kendaraannya masin belum memasuki kawasan SPBU Khatib Sulaiman.
"Saya sudah antre di sini satu jam lebih, ini belum juga dapat, kurang lebih sejak pukul 09.30 WIB mulai mengantre," kata Afrizal, Rabu (8/7/2026) sekira pukul 11.09 WIB.
Baca juga: Viral Lamang Durian Amak Lisa di Padang Jadi Buruan Kuliner, Antrean Mengular hingga Malam
Ia mengaku datang dari Marapalam dengan tujuan Solok untuk membawa alat-alat kesehatan.
Menurutnya, ia selalu antre berjam-jam di setiap SPBU, tidak hanya di Khatib Sulaiman.
Afrizal menyebut kondisi tersebut juga sudah terjadi beberapa bulan terakhir, dan selalu dikeluhkan oleh pengendara.
"Harus selalu antre, tapi kita tetap sabar, kalau tidak, tak bisa sampai ke Solok," pungkasnya.
Dengan kondisi itu, keterlambatan mengantarkan barang tak bisa terelakan, bahkan atasannya sering marah dan menasihati.
Namun Afrizal mengatakan sudah menyampaikan permasalahan saat mengisi BBM biosolar di lapangan.
"Marah ya marah, tapi sudah saya sampaikan kalau antrean mengisi solar selalu panjang, begini adanya, alhamdulillah atasan paham," tuturnya.
Baca juga: Sanggar Seni Puti SaAyun Tampil di Swastamita Coffee Alahan Panjang, Kenalkan Budaya Minangkabau
Akibat kepadatan kendaraan saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) biosolar di SPBU 14.251.583 Khatib Sulaiman, slot pengisian pertalite untuk sepeda motor tidak memiliki cukup ruang.
Hal ini dikeluhkan oleh sejumlah pengendara sepeda motor yang mengantre pertalite, akibat akses masuk kawasan SPBU menjadi sempit.
Pantauan TribunPadang.com di lapangan sejak pukul 09.28 WIB hingga pukul 12.31 WIB, antrean panjang kendaraan masih berlangsung.
Kendaraan antre satu jalur di bagian jalan, sedangkan di dalam kawasan, membentuk dua jalur.
Antrean minibus lainnya juga terpantau di pengisian pertamax, sehingga di bagian dalam kawasan menumpuk.
Di sisi lain, pengisian pertalite untuk sepeda motor tampak sempit, bahkan terlihat pengendara sering masuk di spot keluar SPBU dan memutar ke antrean.
Beberapa pengendara lainnya juga ada yang memaksakan masuk, namun terlihat pelan karena menghindari benturan dari truk yang mengantre biosolar.
Baca juga: Solusi Macet Distribusi BBM, Pemprov Sumbar Siapkan Jembatan Darurat Tambahan di Bungus
Salah satu pengendara, Egi mengaku terganggu akibat antrean kendaraan yang terlalu padat di dalam kawasan SPBU Khatib Sulaiman.
Kata dia, kendaraan terlalu ramai dan mepet ke bagian antrean BBM pertalite khusus sepeda motor.
"Sangat terganggu, karena terlalu sempit, saya sulit masuk ke antrean," ucap Egi sembari mendorong motornya.
Sedangkan pengendara lainnya bernama Nando, mengaku tidak terlalu terdampak akibat banyaknya kendaraan mengantre biosolar di SPBU Khatib Sulaiman.
Meski harus memutar kendaraannya, Nando menyebut kondisi antrean BBM tersebut memang lumrah terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa bulan terakhir.
"Tidak terlalu terganggu, meski saya harus memutar kendaraan. Sebab, kondisinya memang seperti itu saat ini, bagaimana lagi," ucapnya. (*)