TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. PT PLN (Persero) bersama seluruh pihak terkait terus mengoptimalkan percepatan pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan menyusul gangguan pada salah satu unit pembangkit listrik.
Seluruh sumber daya, personel, dan dukungan teknis dikerahkan untuk mempercepat proses penormalan sistem dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja, keandalan, serta kualitas pelaksanaan perbaikan.
Saat ini, proses perbaikan difokuskan pada komponen yang mengalami gangguan di unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) swasta berskala besar.
PLH Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, Annisa Nabiha, mengatakan berdasarkan perkembangan pekerjaan di lapangan, proses perbaikan, pengujian, hingga penormalan sistem ditargetkan selesai pada 12 Juli 2026.
Baca juga: Dari Ujung Malinau, Ada Cerita Perjuangan Insan PLN Menyalakan Harapan di Tanjung Nanga
Dengan selesainya proses tersebut, sistem kelistrikan Kalimantan diharapkan dapat kembali beroperasi secara normal.
"Namun target tersebut akan terus dievaluasi sesuai perkembangan kondisi teknis di lapangan," ujarnya, Selasa (8/7/2026) di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Selama masa pemulihan, PLN juga terus mengoptimalkan pasokan listrik dari pembangkit yang masih beroperasi serta melakukan pengaturan sistem secara terbatas dan terukur.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan di berbagai wilayah Kalimantan.
Baca juga: Pengamat Kritik PLN Kaltim Terkait Pemadaman Listrik Bergilir: Masa BUMN Tak Ada Ban Serep
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan sistem kelistrikan tersebut.
Perusahaan memastikan akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan proses pemulihan melalui kanal komunikasi resmi PLN hingga sistem kelistrikan kembali normal sepenuhnya. (*)