Karhutla Mulai Muncul Lagi di Riau, Lahan Seluas 1 Hektare Terbakar di Pekanbaru
M Iqbal July 09, 2026 12:29 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai kembali muncul di Provinsi Riau. 

Kali ini, kebakaran terjadi di wilayah ibu kota provinsi, yakni Kota Pekanbaru, tepatnya di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (8/7/2026).

Api membakar lahan gambut seluas sekitar 1 hektare dengan vegetasi berupa pakisan, semak belukar, dan kelapa sawit. 

Hingga Rabu malam, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api karena kebakaran belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, pemadaman melibatkan personel Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru bersama BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, dan Polri.

"Tim mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga selesai operasi pada pukul 19.00 WIB, status api masih belum padam sehingga penanganan akan dilanjutkan," kata Ferdian, Rabu malam.

Ia menjelaskan, dari total lahan yang terbakar sekitar 1 hektare, baru sekitar 0,3 hektare yang berhasil dipadamkan. 

Proses pemadaman menggunakan satu unit pompa mini striker dengan pola satu jalur untuk mengejar kepala api.

Menurut Ferdian, kondisi lahan yang terbakar merupakan tanah gambut dengan tipe kebakaran terjadi di permukaan sekaligus bawah permukaan. 

Sumber air untuk pemadaman berasal dari kanal yang berada di sekitar lokasi.

Selain penanganan di lapangan, Ferdian juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan prediksi Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dari BMKG, tingkat kemungkinan terjadinya kebakaran diproyeksikan meningkat di seluruh wilayah Sumatera dalam sepekan mendatang.

"FFMC BMKG menunjukkan dalam seminggu ke depan tingkat kemungkinan kejadian kebakaran akan meningkat di seluruh Sumatera. Indeks ini menggambarkan tingkat kekeringan bahan bakar ringan di permukaan tanah, sehingga semakin tinggi nilainya maka bahan-bahan seperti serasah daun, rumput kering, dan humus akan semakin mudah terbakar," ujar Ferdian.

Ia mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama di lahan gambut yang mudah terbakar saat kondisi mulai mengering.

"Kami mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan jauh lebih penting karena saat kondisi bahan bakar permukaan mengering, api akan lebih mudah muncul dan cepat menyebar," tutupnya.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.