Apa yang terjadi di Surabaya beberapa minggu lalu menjadi pembelajaran. Walaupun kemungkinannya hanya enam persen, kalau sampai itu terjadi banjirnya bisa sangat dahsyat

Kota Bandung (ANTARA) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan memicu bencana hidrometeorologi, meski saat ini memasuki musim kemarau.

Ia mengatakan terdapat dua fokus utama yang perlu menjadi perhatian BPBD, yakni mitigasi terhadap potensi hujan ekstrem serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui pelatihan kebencanaan di tingkat kewilayahan.

“BPBD ini ada dua hal yang mesti diperhatikan. Pertama adalah antisipasi cuaca ekstrem,” kata Farhan di Bandung, Rabu.

Ia menjelaskan berdasarkan kajian yang diterima Pemerintah Kota Bandung, peluang terjadinya hujan ekstrem di Kota Bandung relatif kecil, sekitar enam persen. Namun, dampak yang ditimbulkan dapat sangat besar terutama di wilayah yang memiliki kerawanan banjir.

Farhan mencontohkan kejadian hujan berintensitas tinggi yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu. Hujan yang berlangsung selama beberapa jam tanpa henti menyebabkan genangan di berbagai kawasan dan memperparah kondisi banjir.

“Apa yang terjadi di Surabaya beberapa minggu lalu menjadi pembelajaran. Walaupun kemungkinannya hanya enam persen, kalau sampai itu terjadi banjirnya bisa sangat dahsyat,” ujarnya.

Ia meminta BPBD terus memperbarui peta risiko kebencanaan, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah terkait agar respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Lebih lanjut, Farhan menekankan pentingnya membangun budaya tanggap bencana di tingkat masyarakat karena dapat menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak saat bencana terjadi.

“Berikutnya adalah melakukan pelatihan-pelatihan emergency di setiap kecamatan. Itu penting sekali,” katanya.

Farhan berharap langkah mitigasi yang dilakukan sejak dini dapat memperkuat ketahanan Kota Bandung dalam menghadapi ancaman bencana yang dipicu perubahan cuaca ekstrem.