Manchester United kembali menghadapi risiko kehilangan salah satu target utama mereka di bursa transfer ke rival Liga Premier, setelah Arsenal dilaporkan memimpin dalam perburuan tanda tangan Bruno Guimaraes. Namun demikian, menurut laporan dari David Ornstein, Setan Merah telah mencapai kesepakatan dengan gelandang Brasil lainnya.
Setelah menyepakati transfer senilai £39 juta dengan Atalanta untuk merekrut Ederson, pihak INEOS berharap dapat menjadikan Elliot Anderson atau Mateus Fernandes sebagai rekrutan berikutnya guna memperkuat lini tengah asuhan Michael Carrick. Akan tetapi, tuntutan finansial yang tinggi membuat Manchester United mundur, sementara Manchester City dan Tottenham Hotspur sanggup menebus keduanya dengan rekor klub masing-masing—City mengeluarkan £116 juta untuk Anderson, sementara Tottenham membayar £85 juta untuk mendatangkan Fernandes.
Dengan kepergian Casemiro ke Inter Miami secara bebas transfer dan cedera lutut serius yang dialami Manuel Ugarte bersama timnas Uruguay di Piala Dunia, United kini membutuhkan dua tambahan gelandang selain Ederson.
Kondisi tersebut membuat United kembali menghidupkan minat terhadap pemain muda Chelsea, Andrey Santos, yang juga merupakan rekan senegara Ederson di tim nasional Brasil. Menurut Ornstein, tawaran senilai £50 juta telah diterima oleh The Blues, dan pemain berusia 22 tahun itu akan segera menuju kompleks latihan di M16 untuk menjalani tes medis.
Santos dikenal sebagai gelandang serba bisa yang mampu bermain di posisi nomor 6 maupun 8. Di Brasil, banyak yang menganggapnya sebagai penerus alami Casemiro di posisi gelandang bertahan. Gaya bermainnya memiliki kemiripan dengan Ederson, yang memunculkan pertanyaan apakah cedera Ugarte memaksa United mengubah rencana kebutuhan lini tengah untuk musim depan.
Namun, United masih membutuhkan satu rekrutan ‘bintang besar’ di lini tengah untuk menggantikan peran Casemiro sepenuhnya. Bintang Real Madrid, Aurelien Tchouameni, disebut-sebut sebagai target impian, tetapi transfer pemain Prancis berusia 26 tahun itu diyakini akan sangat sulit dan membutuhkan biaya besar.
Hal ini membuka peluang bagi United untuk mengalihkan fokus ke Bruno Guimaraes, mengingat gelandang berusia 28 tahun milik Newcastle United tersebut merupakan salah satu yang terbaik di Liga Premier. Pemain asal Brasil itu mampu bermain lebih dalam untuk mengatur tempo permainan, atau bergerak maju membantu serangan. Kombinasi teknik dan kekuatan fisiknya menjadikannya simbol semangat Tyneside sebagai kapten klub.
Meski hubungan Guimaraes dengan para pendukung Newcastle sangat erat, pemain asal Rio de Janeiro itu dikabarkan siap meninggalkan St James’ Park musim panas ini setelah kampanye mengecewakan bersama The Magpies. Tim asuhan Eddie Howe hanya finis di posisi ke-12 Liga Premier dan tersingkir lebih awal dari berbagai kompetisi piala, termasuk kekalahan telak 8-3 dari FC Barcelona di Liga Champions.
Setelah kehilangan penyerang utama Alexander Isak pada tahun lalu, Newcastle juga telah menjual Anthony Gordon dan Sandro Tonali musim panas ini. Masa depan Lewis Hall—yang juga menjadi incaran Manchester United—dan Tino Livramento, yang diminati Arsenal serta Manchester City, masih belum pasti.
Mendekati usia 29 tahun, Guimaraes dikabarkan ingin tetap bermain di level tertinggi sepak bola Eropa dan bersaing memperebutkan trofi besar—sebuah ambisi yang semakin sulit diwujudkan jika bertahan di Newcastle.
Pihak perwakilan Guimaraes dilaporkan telah menghubungi sejumlah klub besar, termasuk Manchester United, untuk menyampaikan keinginan sang pemain. Hanya sedikit pemain di pasar transfer yang memiliki kemampuan seimbang seperti Casemiro, dan Guimaraes jelas termasuk di antaranya.
Namun, Arsenal kini dianggap sebagai favorit utama setelah melakukan pendekatan dengan tawaran senilai £55 juta bulan lalu. Tawaran tersebut langsung ditolak, tetapi Ornstein mengungkapkan bahwa The Gunners kini “siap mengajukan” proposal baru dengan nilai hingga £60 juta.
Menurut laporan, Guimaraes telah memberi lampu hijau kepada Arsenal dan mengutarakan keinginannya untuk pindah ke Emirates Stadium. Newcastle tetap bersikeras tidak akan menerima tawaran apa pun, dan pembicaraan resmi antar klub belum dimulai. Namun arah perkembangan situasi menunjukkan kemungkinan kuat pemain tersebut bergabung ke London Utara.
Jika Guimaraes bersedia meninggalkan Newcastle demi bermain di Liga Champions bersama klub besar, Manchester United sebenarnya memiliki daya tarik yang tidak kalah dari Arsenal, meskipun tim Mikel Arteta saat ini lebih konsisten bersaing di level domestik dan Eropa. Daya pikat Old Trafford tetap kuat, terutama dengan peluang untuk menggantikan Casemiro, yang musim lalu secara pribadi menilai Guimaraes sebagai pengganti ideal dirinya.
Meskipun kebijakan INEOS umumnya menghindari pembelian pemain berusia mendekati 30 tahun dengan gaji besar, sosok kapten Newcastle United ini bisa menjadi pengecualian. Guimaraes adalah gelandang komplet tanpa kelemahan berarti, yang diyakini mampu mengangkat Manchester United dari sekadar pesaing empat besar menjadi penantang serius gelar Liga Premier.