Tribunjogja.com Yogyakarta - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UNY melakukan pendampingan produksi Gula Semut Kristal Premium (GASIK) bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Bulan di Kulon Progo.
Program ini bertujuan memperkuat kapasitas usaha sekaligus meningkatkan daya saing produk gula semut di pasar yang lebih luas.
Tim PkM UNY terdiri atas Dr. Sulasmi, Dr. Ponco Walipranoto, Dr. Rr. Chusnu Syarifa Diah Kusuma, dan Nur Aulia Wijayanti, didukung oleh lima mahasiswa.
Pendampingan ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa melalui inovasi produksi, peningkatan kapasitas usaha, serta transformasi pemasaran berbasis digital.
Menurut Dr. Sulasmi, meski KWT Anggrek Bulan memiliki ketersediaan bahan baku nira yang cukup stabil, mereka masih menghadapi sejumlah kendala:
Pendampingan pun difokuskan pada tiga aspek utama: produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital.
Pelatihan produksi mencakup:
Harapannya, produk GASIK tidak lagi dipasarkan sebagai produk curah, melainkan berkembang menjadi gula semut kristal premium dengan kualitas terjamin dan identitas produk yang kuat.
Aspek Manajemen Usaha
Peserta dibekali keterampilan dalam:
Penguatan tata kelola ini diharapkan membantu kelompok dalam menentukan harga jual, menghitung keuntungan, serta menyusun strategi pengembangan usaha secara lebih profesional.
Aspek Pemasaran Digital
Tim pengabdi memperkenalkan konsep Progressive Digital Marketing sebagai strategi pemasaran. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada promosi melalui media sosial, tetapi juga:
Model ini diharapkan meningkatkan nilai ekonomi produk sekaligus menjadi contoh pemberdayaan agroindustri perempuan desa yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain.
Pendampingan PkM UNY di Kulon Progo menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat desa.
Dengan fokus pada inovasi produksi, tata kelola usaha, dan pemasaran digital, produk lokal seperti gula semut kristal premium berpeluang menembus pasar yang lebih luas.
Selain memperkuat ekonomi masyarakat, program ini juga menjadi inspirasi pemberdayaan perempuan desa berbasis potensi lokal. (Maw)
• Warga Minta Kebijakan TPA Banyuroto Kulon Progo Tak Lagi Terima Sampah Organik Dikaji Ulang