Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, memastikan penanganan banjir di Kota Bula menjadi salah satu prioritas pembangunan, Kamis (9/7/2026).
Pembangunan tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 mendatang.
Menurut Fachri, banjir yang selama ini terjadi di ibu kota Kabupaten SBT tidak hanya disebabkan minimnya penghijauan.
Tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari kondisi geografis Kota Bula yang berada di wilayah rendah hingga sistem drainase yang belum tertata secara menyeluruh.
Mengatasi hal itu, pihaknya telah memiliki kajian teknis mengenai penanganan banjir yang disusun bersama Balai Wilayah Sungai dan Dinas Pekerjaan Umum.
Dari hasil kajian tersebut, pembangunan kolam retensi ditetapkan sebagai solusi utama untuk mengurangi genangan air saat hujan dengan intensitas tinggi.
"Sebenarnya banjir ini bukan hanya soal penghijauan. Ada banyak faktor. Kondisi Bula memang agak rendah, kemudian drainase juga belum tuntas dibangun. Secara teknis sebenarnya sudah ada perencanaan penanganan banjir Kota Bula yang belum selesai," ujarnya.
Baca juga: Pedagang Kembali Berjualan di Luar Gedung Pasar Mardika, Ngaku Hanya di Sore Hari
Baca juga: DPRD Malteng Terima Sinyal Ada Ruang tuk Evaluasi Pal Batas di Hutan Pulau Seram
Dirinya mengaku, rencana pembangunan kolam retensi bukanlah program baru.
Kajian mengenai proyek tersebut telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu dan telah mendapatkan kesepakatan secara teknis dari Balai Wilayah Sungai bersama Dinas PUPR.
"Kajian ini sudah lama. Formulanya juga sudah disepakati dari Balai dan PU. Salah satunya adalah pembangunan kolam retensi," katanya.
Nantinya, kolam retensi dirancang sebagai tempat penampungan air berkapasitas besar sehingga mampu mengurangi debit air yang menggenangi sejumlah titik di Kota Bula ketika curah hujan meningkat.
"Kalau kolam retensi sudah dibangun, dia akan menjadi penampung yang cukup besar dan cukup luas. Setelah itu ditambah dengan penataan drainase Kota Bula, mudah-mudahan banjir Kota Bula sudah bisa kita atasi," pungkasnya.
Tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, pemerintah juga merencanakan kawasan kolam retensi menjadi destinasi wisata.
"Kita bahkan merencanakan setelah dibangun nanti dia juga bisa menjadi salah satu objek wisata dalam kota," lanjutnya.
Ia mengungkapkan, pembangunan kolam retensi telah disampaikan langsung kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR saat menghadiri pertemuan bersama Gubernur Maluku dan para kepala daerah.
"Saya sempat sampaikan tema itu kepada Pak Dirjen. Anak buah beliau langsung menjawab bahwa soal kolam retensi sudah menjadi prioritas di mereka. Mereka hanya menunggu sedikit kelengkapan administrasi dari SBT. Mudah-mudahan tahun 2027 bisa masuk," bebernya.
Dirinya optimistis jika pembangunan kolam retensi dapat direalisasikan sesuai rencana, dibarengi pembenahan sistem drainase, maka persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat mulai teratasi.
"Kalau itu masuk, insya Allah Kota Bula akan jauh lebih aman dari banjir. Memang masih ada beberapa drainase yang juga harus kita tuntaskan, tetapi semuanya sudah kita rencanakan," tandasnya.(*)