30 Guru Diajari jadi Pegiat Anti Narkoba, BNNK Nunukan Ungkap Fakta Baru
Amiruddin July 09, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Sedikitnya 30 guru dan tenaga pendidik di Nunukan diajari jadi pegiat anti narkoba, BNNK mengungkap fakta baru.

Fakta baru yang diungkap oleh BNNK Nunukan terkait perkembangan positif dalam penanganan kasus narkoba di wilayah perbatasan RI-Malaysia itu.

BNNK Nunukan klaim, pengiriman narkotika dalam jumlah besar menuju Kabupaten Nunukan,  mengalami penurunan cukup signifikan, dibanding dua tahun sebelumnya.

Meski begitu, BNNK Nunukan terus gencarkan upaya edukasi dan pencegahan peredaran narkoba di Nunukan.

Termasuk terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan menyasar lingkungan sekolah.

Terbaru, sebanyak 30 guru dan tenaga pendidik mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Pemberdayaan Lembaga Pendidikan Bersih Narkoba Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Rabu (8/7/2026).

Baca juga: BNNK Nunukan Minta Guru Bentengi Siswa dari Ancaman Jadi Kurir Sabu, Modus Baru Bandar Narkoba

 

Kegiatan berlangsung selama dua hari hingga 9 Juli 2026.

Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, mengatakan dunia pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling penting dalam membangun ketahanan generasi muda, terhadap ancaman narkoba.

Menurutnya, para guru perlu dibekali pemahaman yang baik, agar mampu menjadi agen perubahan sekaligus memberikan edukasi kepada peserta didik.

"Melalui pelatihan ini kami ingin guru memiliki pengetahuan tentang narkoba, kemudian menyampaikan kepada anak didiknya.

Harapannya, anak-anak juga bisa meneruskan informasi tersebut kepada teman sebaya dan keluarganya," ujar Anton Suriyadi Siagian, kepada TribunKaltara.com, (9/7/2026).

 

Kepala BNN Kabupaten Nunukan Anton Suriyadi Siagian saat ditemui
BIMBINGAN TEKNIS - Kepala BNN Kabupaten Nunukan Anton Suriyadi Siagian saat ditemui di sela pelaksanaan Bimbingan Teknis Penggiat P4GN Pemberdayaan Lembaga Pendidikan Bersih Narkoba Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Rabu (8/7/2026). Sebanyak 30 guru dan tenaga pendidik mengikuti pelatihan selama dua hari untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. (TribunKaltara.com/Fatimah Majid)

 

Baca juga: BNNK Nunukan Minta Guru Bentengi Siswa dari Ancaman Jadi Kurir Sabu, Modus Baru Bandar Narkoba

Anton menjelaskan, pembentukan karakter generasi muda tidak bisa hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga harus melibatkan keluarga. 

Karena itu, sekolah diharapkan menjadi pintu masuk penyebaran informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

Ia berharap para penggiat anti narkoba yang telah terbentuk di Kabupaten Nunukan, dapat kembali aktif mengedukasi masyarakat, sehingga tercipta benteng yang kuat dalam menghadapi ancaman peredaran narkotika.

"Kita harus bergandengan tangan, masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen.

Kalau tidak bersatu melawan narkoba, akan sulit menekan peredarannya," kata Anton Suriyadi Siagian

Dalam kesempatan tersebut, Anton Suriyadi Siagian juga mengungkapkan perkembangan positif terkait penanganan kasus narkoba di wilayah perbatasan.

Menurutnya, pengiriman narkotika dalam jumlah besar menuju Kabupaten Nunukan mengalami penurunan cukup signifikan dibanding dua tahun sebelumnya.

"Dua tahun lalu pengiriman yang kami ungkap rata-rata di atas satu kilogram.

Sekarang jumlahnya sudah turun drastis. 

Ini menunjukkan sinergi seluruh pihak mulai memberikan hasil yang baik," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah, karena Kabupaten Nunukan tetap menjadi daerah perbatasan, yang memiliki potensi tinggi menjadi jalur masuk narkotika dari luar negeri.

Selama dua hari pelatihan, 30 peserta akan menerima materi mengenai P4GN, sekaligus menyusun action plan atau rencana aksi yang akan diterapkan di sekolah masing-masing.

Rencana aksi tersebut, diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

"Target akhirnya adalah menciptakan generasi yang memiliki pengetahuan, keberanian, dan kemampuan untuk menolak narkoba.

Itu yang ingin kita bangun bersama," pungkas Anton Suriyadi Siagian.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.