TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Perantauan membawa keuntungan dan berkah bagi Ahmad, pedagang es teler khas Mataram asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang telah lima tahun berjualan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Ahmad berdagang di sekitar Jalan Abdul Syakur.
Dari usahanya menjajakan es teler, Ahmad mengaku mampu meraih omzet hingga Rp1 juta per hari saat cuaca cerah dan permintaan pembeli meningkat.
"Kalau cuaca lagi bagus begini, alhamdulillah sampai Rp1 juta dalam sehari," kata Ahmad kepada wartawan Tribun Sulbar sambil menyiapkan pesanan pelanggannya yang tak henti berdatangan.
Baca juga: Sosok Yusri Penjual Es Berdasi di Pasangkayu Viral di Media Sosial, Sering Berbagi ke Siswa
Baca juga: Penjual Es Krim Ramai Pembeli Saat Cuaca Panas di Wisata Pantai Babana Mamuju Tengah
Ahmad menceritakan, awal kedatangannya ke Mamuju hanya untuk mencoba peruntungan selama sekitar dua pekan.
Di luar dugaan, dagangannya mendapat sambutan positif dari masyarakat sehingga ia memutuskan kembali ke kampung halamannya di Lombok untuk meminjam modal usaha.
"Awalnya hanya mencoba sekitar 14 hari, ternyata ramai terus. Saya pulang ke Lombok pinjam modal, lalu kembali ke sini. Alhamdulillah selalu ada pembeli," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan sulitnya mencari nafkah di Pulau Lombok yang membuatnya memutuskan untuk merantau ke Sulawesi demi mengadu nasib.
Kini, sudah sekitar lima tahun Ahmad menjalankan usahanya dan berjualan di Mamuju.
Hasil usahanya menjadi sumber penghidupan keluarga sekaligus membiayai pendidikan anak-anaknya yang masih tinggal di Lombok.
"Sudah sekitar lima tahunan berjualan di sini. Hasilnya untuk kuliahkan anak dan sekolahkan anak di Lombok," tuturnya.
Kisah Ahmad menjadi bukti bahwa peluang usaha di daerah perantauan dapat memberikan harapan dan penghidupan yang lebih baik jika dijalani dengan tekun dan konsisten.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Baiq Sukma Widiawati