Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra meminta kepada Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri untuk tidak pandang bulu dalam mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan pasokan batu bara yang memicu pemadaman listrik massal (blackout) di sejumlah wilayah Indonesia.
Menurut dia, Polri harus mengusut tuntas siapapun yang terlibat, baik terhadap pejabat maupun pengusaha yang diduga terlibat. Dia pun meminta agar tidak ada pihak-pihak yang mencoba menghalangi penyidikan.
"Siapa pun dia, apakah pejabat, pengusaha, punya kedudukan tinggi atau rendah, kalau dia bermain-main dan merugikan negara triliunan rupiah, harus diberantas. Jangan ada yang menghalangi kerja penyidik," kata Soedeson di Jakarta, Kamis.
Dia menilai tindakan tegas kepolisian sangat diperlukan karena kasus ini berkaitan langsung dengan agenda nasional Astacita Presiden Prabowo Subianto terkait kemandirian dan ketahanan energi.
Apalagi, kata dia, Presiden Prabowo Subianto selalu berkomitmen kuat untuk memberantas korupsi di segala lini.
"Kami minta ini diusut tuntas, siapa pun yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban hukum," katanya.
Sebelumnya, Tim gabungan Polri dan Polda Metro Jaya menyita sejumlah mata uang asing dalam jumlah yang masih dihitung, serta berbagai dokumen penting dalam penggeledahan di sebuah kafe kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyidikan tiga perkara besar, yakni dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu blackout (pemadaman listrik total) oleh PLN, dugaan korupsi PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.
"Memang terselubung di balik satu lemari, ada suatu brankas dan ini sudah dibuka. Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis, dalam mata uang Singapore Dollar dan US Dollar," katanya.
Secara total, polisi pun menyatakan pihaknya melakukan penggeledahan di 12 lokasi berbeda yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya.





