Kehebatan Pesawat Tempur Su-35 Buatan Rusia yang Segera Dimiliki Iran, Bakal Bikin AS Ketar-ketir?
Putra Dewangga Candra Seta July 09, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id – Rusia dilaporkan telah menyelesaikan produksi batch pertama sebanyak 20 unit pesawat tempur Sukhoi Su-35 yang dipesan Iran.

Pengiriman jet tempur tersebut diperkirakan mulai dilakukan pada 2026 dan menjadi salah satu langkah terbesar dalam modernisasi kekuatan udara Teheran.

Berdasarkan laporan Military Watch Magazine, seluruh pesawat diproduksi di Pabrik Penerbangan Komsomolsk-on-Amur, Rusia.

Saat ini seluruh unit masih berada di wilayah Rusia sambil menunggu proses penyerahan resmi kepada Iran.

Selama masa penyimpanan tersebut, biaya pemeliharaan pesawat disebut ditanggung oleh Kementerian Pertahanan Iran.

Informasi itu memperkuat dokumen industri pertahanan Rusia yang sempat bocor pada akhir 2025.

Dokumen tersebut mengungkap bahwa sedikitnya 16 unit Su-35 telah memasuki tahap produksi khusus untuk memenuhi pesanan Iran.

Dokumen pemerintah Rusia yang juga beredar pada periode yang sama menyebut Iran telah memesan total 48 unit Su-35.

Jika terealisasi sepenuhnya, pembelian tersebut akan menjadi pengadaan pesawat tempur terbesar Iran sejak dekade 1990-an.

Ilustrasi Jet Tempur Sukhoi SU-35. Rusia Tetap Siap Pasok 11 Jet Tempur Sukhoi Su-35 yang Dipesan Indonesia
Ilustrasi Jet Tempur Sukhoi SU-35. Rusia Tetap Siap Pasok 11 Jet Tempur Sukhoi Su-35 yang Dipesan Indonesia (DPA via Kompas.com)

Kesepakatan pertahanan antara Rusia dan Iran yang ditandatangani pada 2023 tidak hanya mencakup Su-35, tetapi juga helikopter serang Mil Mi-28 dan pesawat latih Yakovlev Yak-130.

Pengiriman Yak-130 yang dimulai sejak September 2023 diyakini menjadi bagian dari program pelatihan pilot Iran sebelum nantinya mengoperasikan armada Su-35.

Kehebatan Sukhoi Su-35, Salah Satu Jet Tempur Andalan Rusia

Sukhoi Su-35 dikenal sebagai pesawat tempur generasi 4++ yang dikembangkan dari keluarga Su-27 dengan berbagai peningkatan signifikan pada radar, mesin, avionik, hingga kemampuan tempurnya.

Meski belum termasuk pesawat tempur siluman generasi kelima seperti F-35, Su-35 masih dianggap sebagai salah satu jet tempur paling kuat yang dimiliki Rusia karena mampu menjalankan misi superioritas udara sekaligus serangan terhadap target darat.

Salah satu keunggulan utama Su-35 adalah radius tempurnya yang mencapai hampir 1.600 kilometer.

Kemampuan tersebut memungkinkan pesawat melaksanakan operasi jarak jauh tanpa harus sering mengisi bahan bakar.

Selain itu, Su-35 mampu beroperasi dari landasan pacu yang relatif pendek maupun pangkalan udara darurat.

Baca juga: Geram dengan Kelakuan Trump dan Netanyahu ke Iran, Mojtaba Khamenei Perintahkan Tangkap dan Diadili

Fleksibilitas tersebut membuat pesawat lebih sulit dilumpuhkan ketika infrastruktur utama mengalami serangan.

Keunggulan lain terletak pada mesin dengan teknologi thrust vectoring yang memungkinkan pesawat melakukan manuver ekstrem di udara.

Fitur ini memberikan keuntungan dalam pertempuran jarak dekat (dogfight), karena pesawat dapat bergerak dengan tingkat kelincahan yang sangat tinggi.

Radar Su-35 juga memiliki kemampuan mendeteksi dan melacak banyak target sekaligus, sehingga meningkatkan efektivitas dalam operasi udara modern.

Sejak mulai dioperasikan Angkatan Udara Rusia pada 2014, Su-35 hingga kini masih menjadi salah satu tulang punggung kekuatan udara Moskow, termasuk dalam berbagai operasi militer.

Spesifikasi Sukhoi Su-35

Berikut spesifikasi utama Sukhoi Su-35 berdasarkan data terbuka berbagai sumber pertahanan:

  • Generasi: 4++
  • Panjang: sekitar 21,9 meter
  • Rentang sayap: 15,3 meter
  • Tinggi: 5,9 meter
  • Kecepatan maksimum: sekitar Mach 2,25 (lebih dari 2.400 km/jam)
  • Radius tempur: hampir 1.600 kilometer
  • Jarak jelajah: sekitar 3.600 kilometer tanpa pengisian bahan bakar di udara
  • Mesin: 2 × Saturn AL-41F1S dengan teknologi thrust vectoring
  • Plafon terbang: sekitar 18.000 meter
  • Titik cantelan senjata: 12 hardpoint
  • Persenjataan: rudal udara-ke-udara, rudal udara-ke-permukaan, rudal antikapal, bom berpemandu presisi, bom konvensional, serta meriam internal kaliber 30 mm.
  • Peran utama: superioritas udara, intersepsi, serangan darat, dan serangan maritim.

Rusia Disebut Memprioritaskan Pesanan Iran

Laporan yang sama menyebut kapasitas produksi Su-35 Rusia selama beberapa tahun terakhir berada di kisaran 14 unit per tahun. Namun, kapasitas tersebut kini sedang ditingkatkan.

Direktur Jenderal United Aircraft Corporation (UAC), Vadim Badekha, pada Mei 2025 menyatakan perusahaan sedang memperluas kemampuan produksi untuk memenuhi berbagai pesanan.

Akibatnya, sebagian pengiriman Su-35 untuk Angkatan Udara Rusia diperkirakan mengalami penundaan selama dua hingga tiga tahun karena prioritas diberikan kepada kontrak ekspor Iran.

Selain Su-35, sejumlah laporan juga menyebut Iran telah memesan 12 unit Su-30SM2 yang diperkirakan mulai dikirim pada pertengahan 2027.

Tak hanya itu, muncul pula laporan bahwa Teheran berminat membeli Su-57, pesawat tempur siluman generasi kelima buatan Rusia.

Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai realisasi kontrak tersebut karena kapasitas produksi Su-57 masih terbatas.

Kehadiran puluhan Sukhoi Su-35 berpotensi meningkatkan kemampuan tempur Angkatan Udara Iran secara signifikan.

Selama bertahun-tahun, sebagian besar armada tempur Iran masih mengandalkan pesawat buatan Amerika Serikat sebelum Revolusi Iran 1979 maupun pesawat era Uni Soviet yang telah berusia puluhan tahun.

Dengan radar yang lebih modern, jangkauan operasi yang luas, serta kemampuan membawa berbagai jenis rudal jarak jauh, Su-35 dapat memperkuat kemampuan pertahanan udara maupun operasi ofensif Iran.

Meski demikian, efektivitas pesawat tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi teknis.

Kesiapan pilot, sistem komando dan kendali, dukungan logistik, serta integrasi dengan sistem pertahanan udara nasional akan menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa besar dampak kehadiran Su-35 terhadap kekuatan militer Iran di kawasan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.