Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Sebanyak 60 pencari kerja mengikuti Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumedang. Program tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga membuka peluang untuk langsung disalurkan bekerja setelah pelatihan selesai.
Pelatihan yang dibuka Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang Creative Center, Kamis (9/7/2026), akan berlangsung pada 16 hingga 24 Juli 2026.
Tiga bidang pelatihan disiapkan, yakni pelatihan barista, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian serta perikanan yang meliputi pembuatan roti dan olahan ikan, serta pelatihan digital marketing.
Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari sertifikasi kompetensi, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, seragam, alat tulis, uang saku sebesar Rp50 ribu per hari sebagai pengganti biaya transportasi, hingga kesempatan mengikuti proses penyaluran kerja.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, pelatihan tersebut dirancang agar menghasilkan lulusan yang benar-benar siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
"Melalui pelatihan ini peserta akan mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi. Orang yang kompeten adalah mereka yang memiliki pengalaman, integritas, dan jaringan," kata Dony.
Menurutnya, keberhasilan program pelatihan tidak diukur dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan, melainkan dari berapa banyak lulusan yang berhasil memperoleh pekerjaan.
"Kegiatan ini harus dimulai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuannya adalah setelah pelatihan semua peserta bisa bekerja. Karena itu, faktor-faktor pendukung yang mengarahkan peserta memperoleh pekerjaan harus dihadirkan dan dilibatkan," ujarnya.
Dony menambahkan, bagi peserta yang memilih menjadi wirausaha, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menyiapkan dukungan akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) Bank Sumedang dengan bunga hanya tiga persen per tahun.
"Yang ingin membuka usaha sendiri juga kami fasilitasi melalui Kurda Bank Sumedang. Harapannya, setelah memiliki keterampilan, mereka tidak kesulitan mengakses modal usaha," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Taufik Hidayat Slamet, mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja.
"Program ini merupakan bagian dari upaya BLK Kabupaten Sumedang untuk terus aktif mendukung penekanan dan pengentasan angka pengangguran di Kabupaten Sumedang," ujarnya.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumedang Tahun Anggaran 2026.
Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap semakin banyak angkatan kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri sehingga mampu meningkatkan daya saing, memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di Kabupaten Sumedang.