TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 348 dari total 855 mahasiswa KKN PPM Universitas Semarang (USM) diterjunkan di 13 kelurahan di Kecamatan Genuk, Kota Semarang.
Penerjunan mahasiswa di Kecamatan Genuk turut dihadiri Wakil Rektor III Universitas Semarang, Dr April Firman Daru SKom MKom serta Dr Ir Purwanto ST MM selaku Sekretaris LPPM.
Camat Genuk menyambut baik pelaksanaan KKN PPM Universitas Semarang Tahun 2026.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi tambahan ide, pemikiran, serta tenaga yang dapat mendukung pembangunan di Kecamatan Genuk.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, masyarakat, dan Universitas Semarang dalam pelaksanaan KKN PPM tahun ini.
"Yang pertama pastinya kami bersyukur mendapat tambahan ide, pemikiran, dan tenaga untuk bisa membangun Kecamatan Genuk. Yang kedua, kami juga berterima kasih atas kolaborasi antara kecamatan, kelurahan, masyarakat, serta perguruan tinggi, khususnya Universitas Semarang," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan KKN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kalau tidak ada bedanya antara sebelum dan sesudah KKN mahasiswa ini, nanti percuma saja. Nilai tambahnya adalah bahwa adanya adik-adik mahasiswa KKN ini bisa membawa kemajuan dan kebermanfaatan di Kecamatan Genuk," tegasnya.
Lebih lanjut, Camat Genuk menjelaskan bahwa wilayahnya selama ini dikenal sebagai daerah yang rawan banjir dan rob.
Namun, kondisi tersebut saat ini telah jauh berkurang meskipun di beberapa titik masih terjadi genangan.
Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat mendukung tema prioritas pembangunan Kota Semarang tahun ini, yaitu penguatan ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.
Di sektor ekonomi, pengembangan UMKM juga menjadi salah satu fokus, termasuk pengembangan jajanan khas Kecamatan Genuk, Ndas maling, agar semakin dikenal dan memiliki nilai tambah.
Melalui pelaksanaan KKN PPM Tahun 2026, Universitas Semarang bersama pemerintah kecamatan berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menghasilkan program-program yang memberikan manfaat nyata serta berkelanjutan.
Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi masing-masing wilayah. (***)