TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Utara tengah membahas Pertanggungjawaban APBD Provinsi Sulut tahun 2025.
Banggar membahas pelaksanaan APBD 2025 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulut.
Terkait ini, anggota banggar, Amir Liputo meminta TAPD memberi perhatian pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Amir saat pembahasan bersama di ruang paripurna, Selasa 7 Juli 2026 lalu.
Kata Amir, realisasi PAD tahun 2025 sebesar 91,87 persen.
Katanya, kekurangan 9 persen dari target miliaran rupiah bukan angka kecil.
"Jika dihitung dari nilai APBD yang triliunan rupiah, bisa miliaran. Berapa persen saja bertambah bisa membiayai berbagai program pembangunan daerah," kata politisi PKS ini.
Amir juga menyoroti realisasi belanja daerah Provinsi Sulut yang mencapai 91,36 persen.
Ia mempertanyakan mana program tahun 2025 yang tidak terealisasi. Katanya, penjelasan dibutuhkan sehingga bisa menjadi catatan bagi banggar.
"Sehingga bisa kita memprioritaskan di APBD Perubahan Tahun 2026, terutama jika berkaitan dengan RPJMD dan program prioritas Gubernur serta Wakil Gubernur,” kata legislator asal Manado.
Ia juga meminta pemerintah daerah menguraikan secara rinci sumber-sumber pendapatan.
Termasuk kontribusi dividen Bank Sulut Gorontalo (BSG) serta kinerja badan usaha milik daerah (BUMD).
“Bagaimana dengan BUMD kita, apakah benar-benar memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah atau justru menjadi beban keuangan daerah? Kami berharap ada transparansi. Jika ada BUMD yang sudah lama berdiri tetapi hanya membebani keuangan daerah, tentu perlu menjadi bahan evaluasi bersama mengingat kemampuan fiskal kita yang terbatas,” ujar Amir.
Ketua TAPD, Sekprov Sulut Tahlis Galang, menjelaskan bahwa realisasi pendapatan dari pajak daerah mencapai 94,20 persen, sedangkan retribusi daerah terealisasi sebesar 84,26 persen.
Tahlis mengakui masih terdapat kekurangan capaian PAD yang nilainya mencapai lebih dari Rp 100 miliar.
Menurutnya, dalam pembahasan APBD Tahun 2026, Banggar dan TAPD akan memberikan perhatian khusus agar dilakukan rasionalisasi terhadap penetapan target maupun distribusi anggaran.
Ia menambahkan, realisasi dividen BSG mencapai 100 persen sesuai target. Di mana, Pemprov Sulut merealksasikan penambahan penyertaan modal pada perubahan APBD 2025 sebesar Rp 5 miliar untuk BSG.
(TribunManado.co.id/Ndo)