TRIBUN-SULBAR.COM – Kondisi minyak rem pada sepeda motor sering kali luput dari perhatian pemilik kendaraan.
Padahal, komponen ini memiliki peran penting dalam menjaga performa sistem pengereman agar tetap bekerja optimal.
Seiring pemakaian, kualitas minyak rem dapat menurun. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi mengurangi efektivitas pengereman dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Pemilik bengkel K.1 Garage, Ryan Fasha, menjelaskan salah satu tanda paling mudah dikenali adalah perubahan warna minyak rem.
Baca juga: Harga Oli Motor di Topoyo Mateng Naik Dulu Rp50 Ribu Kini Rp70 Ribu per Botol
Baca juga: Buka IIMS Hybrid, Airlangga Sebut Program PPnBM dari Pemerintah Dorong Kemajuan Sektor Otomotif
"Umumnya minyak rem yang harus diganti akan berubah warna dari yang tadinya merah menjadi kecokelatan," ujar Ryan melansir Gridoto.com, Kamis (9/7/2026).
Meski begitu, Ryan mengatakan perubahan warna tidak selalu menjadi satu-satunya indikator.
Menurutnya, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi minyak rem, yakni melalui aromanya.
"Memang tidak semua minyak rem yang rusak bakal berubah warna, tapi ada cara lain untuk mengetahuinya," katanya.
Ryan menjelaskan, minyak rem yang kualitasnya mulai menurun biasanya mengeluarkan aroma yang tidak sedap.
Apabila kondisinya terus dibiarkan, titik didih minyak rem akan menurun sehingga lebih cepat mendidih saat sistem pengereman bekerja.
Akibatnya, rem bisa terasa keras atau kehilangan daya cengkeram sehingga kendaraan sulit dihentikan.
"Kalau minyak rem sampai rusak, ini bisa mengakibatkan rem menjadi keras karena minyak rem mendidih terlalu cepat. Dampaknya motor bisa sulit berhenti dan meningkatkan risiko kecelakaan," jelasnya.
Ia juga mengingatkan pemilik motor yang sudah menggunakan sistem Anti-lock Braking System (ABS) agar lebih rutin memeriksa kondisi minyak rem.
Menurut Ryan, minyak rem yang sudah rusak dapat memicu karat pada modul ABS sehingga berpotensi merusak komponen tersebut.
"Untuk motor ABS, minyak rem yang sudah jelek bisa menyebabkan karat pada modul ABS. Kalau modul sampai rusak, biaya penggantiannya cukup mahal," tuturnya.
Karena itu, pemilik kendaraan disarankan rutin memeriksa kondisi minyak rem dan menggantinya sesuai jadwal perawatan atau ketika sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas demi menjaga keamanan saat berkendara.(*)