BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ( Pemkab Basel ) Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ) menegaskan kesiapannya menerapkan manajemen talenta berbasis sistem merit sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN).
Komitmen tersebut disampaikan langsung Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid saat mengikuti expose manajemen talenta di Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kamis (9/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Riza mengatakan kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan di BKN merupakan bentuk pertanggungjawaban atas amanah penerapan sistem merit yang selama ini mendapat pendampingan dari BKN.
Menurutnya, expose tersebut tidak hanya menjadi forum untuk memaparkan hasil kerja pemerintah daerah, tetapi juga menjadi sarana memperoleh masukan guna menyempurnakan sistem yang telah disusun.
“Hari ini, kami ingin menyajikan hasil kerja keras, sekaligus meminta koreksi atas rencana penerapan manajemen talenta di daerah kami," kata Riza kepada Bangkapos.com, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya terdapat tiga komitmen yang siap diberikan oleh pemerintah daerah. Pertama, memastikan regulasi dan dukungan politik terhadap penerapan sistem merit telah disiapkan secara utuh. Keberhasilan manajemen talenta sangat ditentukan oleh konsistensi kepala daerah dalam menghindari intervensi subjektif terhadap pengelolaan aparatur sipil negara. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berkomitmen menjadikan objektivitas sebagai dasar dalam setiap pengambilan keputusan kepegawaian.
Kedua, adalah memastikan manajemen talenta tidak hanya berhenti pada pemenuhan dokumen administratif. Pemkab Bangka Selatan telah mengadopsi metode nine-box matrix untuk memetakan potensi dan kinerja aparatur sipil negara sehingga dapat diketahui pegawai yang berprestasi maupun yang masih memerlukan pembinaan. Melalui expose tersebut, Riza justru meminta BKN memberikan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem yang telah dibangun.
“Kami memohon tim BKN membedah, menguliti, dan menunjukkan di mana letak celah sistem kami yang belum sempurna. Jika ada kekurangan, saya perintahkan tim saya untuk segera memperbaikinya,” ujar Riza.
Ketiga ialah kesiapan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menjadi daerah yang bergerak cepat dalam mengimplementasikan manajemen talenta. Menurut Riza, sistem dan budaya kerja berbasis objektivitas telah dibangun, sehingga pemerintah daerah berharap memperoleh validasi BKN agar implementasi tidak kehilangan momentum. Ia juga menyatakan kesiapan Bangka Selatan menjadi daerah percontohan apabila seluruh instrumen yang disiapkan dinilai telah memenuhi standar.
“Kami siap menjadi laboratorium eksekusi yang cepat. Jika dalam penilaian tim BKN nanti instrumen dan komitmen kami dirasa sudah memenuhi standar, kami mohon dukungan penuh berupa validasi dan persetujuan segera,” sebutnya.
Riza Herdavid turut menyampaikan apresiasi atas pendampingan dan arahan yang diberikan BKN kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Ia memastikan seluruh kritik, masukan, dan rekomendasi yang disampaikan akan menjadi dasar penyempurnaan penerapan manajemen talenta di lingkungan pemerintah daerah. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Bangka Selatan juga telah memaparkan kondisi riil pelaksanaan manajemen talenta di daerah tersebut.
“Segala arahan, kritik, dan catatan dari BKN akan menjadi perintah mutlak bagi kami untuk segera disempurnakan,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)