TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 11 gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Sulawesi sepanjang Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan data BMKG, gempa terbesar berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi di wilayah 50 kilometer selatan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada pukul 08.09 WIB.
Gempa tersebut berpusat di laut pada koordinat 3,78 Lintang Selatan dan 119,02 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Polman dan Majene
Baca juga: Gempa Guncang Polman, BPBD Sulbar Minta Warga Tak Panik dan Tetap Waspada
Selain di Sulawesi Barat, aktivitas gempa juga tercatat terjadi di wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara dengan magnitudo berkisar antara 1,3 hingga 2,7.
Berikut rincian gempa bumi yang dicatat BMKG pada Kamis (9/7/2026):
Pukul 00.15 WIB, magnitudo 2,4 di 44 kilometer tenggara Kolaka, Sulawesi Tenggara, kedalaman 5 kilometer.
Pukul 01.13 WIB, magnitudo 1,6 di 43 kilometer timur laut Sigi, Sulawesi Tengah, kedalaman 5 kilometer.
Pukul 01.16 WIB, magnitudo 1,3 di 7 kilometer barat Tana Toraja, Sulawesi Selatan, kedalaman 4 kilometer.
Pukul 01.25 WIB, magnitudo 2,2 di 44 kilometer timur laut Sigi, Sulawesi Tengah, kedalaman 5 kilometer.
Pukul 03.05 WIB, magnitudo 2,3 di 29 kilometer selatan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kedalaman 40 kilometer.
Pukul 08.09 WIB, magnitudo 5,0 di 50 kilometer selatan Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kedalaman 10 kilometer.
Pukul 08.36 WIB, magnitudo 2,7 di 48 kilometer timur Morowali, Sulawesi Tengah, kedalaman 3 kilometer.
Pukul 10.06 WIB, magnitudo 1,4 di 12 kilometer barat Toraja Utara, Sulawesi Selatan, kedalaman 15 kilometer.
Pukul 10.33 WIB, magnitudo 2,0 di 48 kilometer selatan Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kedalaman 15 kilometer.
Pukul 10.48 WIB, magnitudo 2,6 di 33 kilometer barat Poso, Sulawesi Tengah, kedalaman 5 kilometer.
Pukul 10.52 WIB, magnitudo 2,3 di 93 kilometer utara Donggala, Sulawesi Tengah, kedalaman 36 kilometer.
BMKG menyampaikan bahwa informasi gempa bumi tersebut mengutamakan kecepatan.
Oleh karena itu, hasil pengolahan data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang diterima.
Masyarakat diimbau tetap tenang serta mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan. (*)