Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Harga berbagai jenis ikan di Dermaga Bom Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami kenaikan rata-rata sekitar Rp5 ribu per kilogram.
Baca juga: Penyembelih Tapir di Mesuji Masih Buron, Polisi Buru hingga Luar Kota
Kenaikan tersebut dipicu berkurangnya pasokan hasil tangkapan nelayan sejak aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat pada awal Juli 2026.
Salah satu pedagang ikan di Dermaga Bom Kalianda, Tika, mengatakan hampir seluruh jenis ikan mengalami kenaikan harga karena hasil tangkapan nelayan menurun dalam beberapa hari terakhir.
"Sejak tanggal 1 hasil tangkapan nelayan memang berkurang. Pasokan ikan yang kami terima juga ikut menurun," kata Tika saat ditemui di Dermaga Bom Kalianda, Rabu (8/7/2026).
Menurut Tika, nelayan belum dapat melaut secara maksimal lantaran kondisi perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau masih dipengaruhi aktivitas vulkanik.
Akibatnya, jumlah ikan yang masuk ke para pedagang menjadi lebih sedikit dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Untuk ikan simba, misalnya, harga yang sebelumnya sekitar Rp40 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp45 ribu per kilogram. Sementara itu, harga ikan kakap meningkat dari Rp45 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.
"Tidak hanya simba dan kakap, hampir semua jenis ikan naik sekitar Rp5 ribu per kilogram karena pasokannya memang lebih sedikit," ujarnya.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berstatus Level III (Siaga), meningkat dari sebelumnya Level II (Waspada). Dalam periode 2–8 Juli 2026, gunung api tersebut tercatat mengalami sedikitnya 11 kali erupsi.
Aktivitas vulkanik itu turut memengaruhi aktivitas nelayan yang biasa mencari ikan di perairan sekitar Selat Sunda.
Meski harga ikan naik, Tika menegaskan kondisi tersebut bukan dipicu meningkatnya permintaan, melainkan murni akibat terbatasnya pasokan dari nelayan.
Para pedagang berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau segera mereda agar nelayan dapat kembali melaut secara normal. Dengan begitu, pasokan ikan di pasaran kembali stabil dan harga berangsur turun.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)