Polisi Gelar Sayembara Tangkap Pelaku Pembunuhan Sekdis PRKP Bangkalan, Foto KTP Dipublikasikan
Khistian Tauqid July 09, 2026 10:45 AM

TRIBUNBATAM.id - Foto KTP beserta data pribadi Erlan, pria yang diduga kuat menjadi pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), kini resmi dipublikasikan oleh kuasa hukum keluarga korban ke jejaring sosial.

Langkah ini diambil sebagai respons atas belum terpecahkannya teka-teki kematian pejabat perempuan asal Madura tersebut, meski jasadnya yang mulai membusuk di dalam mobil dinas di Bandara Juanda sudah ditemukan sejak dua minggu lalu, tepatnya Rabu (8/7/2026).

Demi mempercepat proses penangkapan, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim bahkan sampai mengadakan sayembara terbuka guna melacak keberadaan pria asal Makassar tersebut, yang terindikasi memiliki dokumen kependudukan ganda.

Misteri Kematian di Area Parkir Bandara

Sebelumnya, Ruly, warga Gang Flamboyan 18 Perumda Bangkalan, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam mobil dinas Toyota Innova berplat merah M 1090 GP pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB di area parkir Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Risang Bima Wijaya selaku kuasa hukum keluarga korban menegaskan bahwa sosok terduga pelaku sebenarnya sudah teridentifikasi secara jelas. 

Akun Facebook pribadi Risang kini menjadi wadah untuk menyebarluaskan nama serta tampang pria yang buron tersebut.

"Foto yang saya tampilkan di FB saya itu berasal dari KTP-nya. Kalau yang sekarang kan sudah agak tua. Kalau ada yang melihat atau menunjukkan KTP itu di penginapan atau hotel, ya itu pelaku pembunuhannya," ungkap Risang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (8/7/2026).

Pada unggahan Facebook miliknya pada Selasa (7/7/2026) malam, Risang menyertakan foto KTP dengan caption: "Terduga PELAKU PEMBUNUHAN (foto yang ada di KTP)".

Berdasarkan kartu identitas tersebut, diperoleh data sebagai berikut:

  • Nama: Erlan
  • Tempat, Tanggal Lahir: Pare-pare, 2 Maret 1972
  • Alamat: Komp Kowilhan 3 Mannuruki, Tamalate, Kota Makassar
  • Pekerjaan: Wiraswasta
  • Status Pernikahan: Duda cerai
  • NIK: 7371100203720009

"Foto KTP-nya agak beda, tidak pakai kacamata dan masih agak muda," beber Risang membandingkan foto identitas tersebut dengan bukti digital lainnya.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Motor Tabrak Pikap di Brebes, Korban Tewas saat Perjalanan ke Pantai

Rekaman CCTV Bandara dan Kronologi Hilangnya Korban

Perbandingan foto tersebut mengacu pada perbedaan antara pasfoto KTP dengan cuplikan video kebersamaan almarhumah Ruly bersama terduga pelaku E di Alun-alun Kota Batu pada Jumat (19/6/2026) siang, yang diambil dari akun TikTok korban dan viral sejak Minggu (28/6/2026).

Berdasarkan urutan kronologi:

  • Kamis (18/6/2026) 10.00 WIB: Ruly meninggalkan kediamannya di Perum Lavender, Kelurahan Mlajah, Bangkalan.
  • Jumat (19/6/2026) malam: Korban sempat melakukan panggilan video dan membagikan lokasinya yang berada di sebuah toko buah di Pujon, Malang.
  • Sabtu (20/6/2026) siang: Ponsel Ruly sudah tidak dapat dihubungi.
  • Sabtu (20/6/2026) 16.00 WIB: Mobil dinas korban terekam kamera pengawas memasuki loket parkir Bandara Juanda.
  • Rabu (24/6/2026): Jasad korban ditemukan di dalam mobil setelah lima hari terparkir.

Saat ini, tangkapan layar CCTV Bandara Juanda telah tersebar luas, memperlihatkan seorang pria bermasker putih, berkacamata minus, berambut rapi di bagian samping, serta mengenakan kaos biru dengan garis melintang merah-putih di dada. 

Penampilan ini sangat identik dengan pria dalam video TikTok korban.

"Belum ada perkembangan atas ungkap kasus ini, cuma saya dapat alamat dan identitas pelaku, NIK KTP yang saya unggah di FB," terang Risang.

Dugaan Modus Love Scamming dan Kepemilikan Dua KK

Risang menjelaskan adanya kejanggalan pada data kependudukan Erlan.

Meskipun hanya memiliki satu NIK, nama terduga pelaku terdaftar dalam dua Kartu Keluarga (KK) di wilayah berbeda, yakni di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, dan Komplek Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) III Kota Makassar.

"Jadi dia (Erlan) itu punya 1 NIK tapi 2 KK; di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang dan di Komplek Kowilhan III Kota Makassar. Alamat dia di kowilhan itu, siapa dia kok punya tempat tinggal di wilayah pertahanan?," tegas Risang mempertanyakan.

Ia juga menyayangkan lambatnya penanganan kasus yang telah berjalan dua minggu ini tanpa ada titik terang penangkapan.

"Pelaku ini identitasnya sudah jelas, dari pihak kepolisian Jatanras Polda Jatim membuat sayembara juga. Apa sebegitu kewalahannya pihak kepolisian sampai ada sayembara begitu untuk melacak seorang pelaku Erlan? kasus pembunuhan ini kejahatan berat, penghilangan nyawa," papar Risang.

Semasa hidup, almarhumah Ruly yang dikenal berdedikasi tinggi dalam bekerja juga dikenal kerap mengenakan perhiasan emas lengkap di tubuhnya dalam aktivitas harian. 

Namun, setelah evakuasi jasad korban di Bandara Juanda, sebagian besar perhiasan tersebut telah raib, menyisakan anting di telinga kanan dan cincin di jari manis kiri.

Risang menduga perkenalan singkat Ruly dengan E di media sosial merupakan bagian dari kejahatan terencana.

"Namanya modus Love Scamming, pelan-pelan, perkenalan melalui media sosial, kemudian lanjut dan lanjut. Pelaku tertarik karena korban suka posting dengan perhiasan dan hartanya," terang Risang.

"Informasi yang berkembang juga banyak yang jadi korban penipuan dengan modus Love Scamming. Jadi di situlah pelaku memancing korban dengan cara perkenalan, bujuk rayu," ujar Risang.

Berdasarkan dokumen hasil autopsi luar yang diperoleh, tim forensik menemukan indikasi kekerasan fisik pada jenazah Ruly, meliputi luka robek akibat benda tumpul pada cuping telinga kiri, pelebaran pembuluh darah di selaput lendir kelopak mata, serta noda kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah.

"Bersembunyi di mana pun, Insya'Allah pelaku ditemukan," pungkas Risang.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.