Kementerian ESDM Umumkan Aktivitas Gunung Awu di Sangihe Turun dari Siaga Menjadi Waspada
Rizali Posumah July 09, 2026 09:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia melalui Badan Geologi mengumumkan status terbaru tingkat aktivitas Gunung Awu, Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. 

Kementerian ESDM menyebut, saat ini terhitung sejak pukul 13.00 WITA, Rabu 8 Juli 2026, status Gunung Awu berada di Level II Waspada setelah sebelumnya berada di Level III Siaga. 

Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan, sebelumnya peningkatan kegempaan terjadi pada tanggal 19 Mei 2026 di mana terekam Gempa Vulkanik Dangkal sebanyak 104 kali. 

"Tingkat aktivitas G. Awu pada Level III (Siaga) sejak 19 Mei 2026," terang dia melalui rilis resmi yang diterima Tribun Manado.

Lebih lanjut dijabarkannya, pemantauan kegempaan pada tanggal 1 ‒ 7 Juli 2026 terekam 116 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan rata-rata 16 kejadian per hari, 17 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 445 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ), dan 1 kali Gempa Terasa skala I MMI.

Kata dia, gempa permukaan yang berkaitan dengan aktivitas fluida hingga saat ini masih belum terekam.

Kegempaan ini jauh berkurang dibanding aktivitas kegempaan G. Awu pada bulan Mei 2026.

Sebut dia, hembusan asap kawah pun masih tetap stabil, tidak teramati melewati puncak, dan tidak menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Akumulasi tekanan pada kedalaman dangkal tampak berkurang berdasarkan data deformasi tiltmeter.

"Berdasarkan data tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan kegempaan yang telah terjadi beberapa kali di G. Awu, hingga saat ini masih belum berlanjut menuju peningkatan aktivitas di permukaan atau di area kawah," terang dia.

Meski demikian, kata dia, peningkatan kegempaan secara tiba-tiba, terutama swarm gempa vulkanik, masih perlu diwaspadai di masa mendatang. 

Hal ini mengingat aktivitas vulkanik maupun tektonik masih cukup tinggi.

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai berupa erupsi magmatik maupun erupsi freatik.

Potensi pembongkaran kubah lava juga dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.

"Dengan terjadinya penurunan aktivitas gempa vulkanik tersebut maka tingkat aktivitas G. Awu diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II sejak tanggal 8 Juli -2- 2026 pukul 13.00 WITA," terang dia. 

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat direkomendasikan agar tidak memasuki dan tidak beraktivitas dalam wilayah radius 3 km dari pusat kawah G. Awu.

Informasi aktivitas vulkanik G. Awu dapat diperoleh melalui Pos PGA G. Awu di Jl. Radar Kp. 116 Tahuna, Kelurahan Apengsembeka, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe atau Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Informasi mengenai aktivitas gunungapi, gempa bumi, dan gerakan tanah di Indonesia terkini dapat diperoleh melalui:

Website PVMBG (https://vsi.esdm.go.id/)

Website Badan Geologi (https://geologi.esdm.go.id/)

Aplikasi/Website Magma Indonesia (https://magma.esdm.go.id/)

Media sosial Badan Geologi (Facebook: Badan Geologi, X: badangeologi_, Instagram:badan.geologi).

"Tingkat aktivitas G. Awu akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan," terang dia. 

Diketahui, Gunungapi Awu merupakan gunungapi aktif yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Aktivitas kegempaan Gunung Awu cenderung meningkat sejak April 2024, terutama pada Gempa Vulkanik Dangkal.

Peningkatan gempa vulkanik pernah terjadi pada tanggal 24 dan 25 Agustus 2024 dengan Gempa Vulkanik Dangkal terekam sebanyak 364 kali kejadian.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.