TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi menilai pelantikan Kepala DLH di TPA menjadi momentum untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber.
Mengingat saat ini, seluruh pemerintah mengajak warga mulai melakukan perubahan dengan melakukan pemilihan sampah.
Sehingga, hal ini nantinya sangat berdampak positif ke lingkungan dan mengurangi beban TPA Peh.
Menurutnya, persoalan utama yang harus segera diatasi adalah tingginya volume sampah yang menumpuk di TPA.
Baca juga: Pemilahan Sampah Jadi Kunci Atasi Darurat Sampah Bali, Menko Pangan Zulhas Soroti Peran Rumah Tangga
Sehingga, Kepala Dinas yang baru dilantik diharapkan mampu menghadirkan solusi sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat agar membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
"Kami berharap Kepala DLH yang baru dapat memperkuat edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat agar pemilahan sampah berbasis sumber benar-benar berjalan," ujarnya.
Sri menambahkan DPRD Jembrana, khususnya Komisi III yang membidangi persoalan lingkungan, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam mencari solusi penanganan sampah secara berkelanjutan.
Baca juga: Kehadiran PSEL Bali Ditargetkan Olah 1.200 Ton Sampah Per Hari, Koster: Semoga Selesai Tepat Waktu
Ia berharap ke depan TPA hanya menerima sampah residu atau sampah yang telah melalui proses pemilahan, sementara sampah organik dapat dikelola langsung di tingkat rumah tangga maupun desa.
"Kalau pemilahan sudah berjalan dengan baik, maka yang masuk ke TPA hanya sampah residu, sementara sampah organik bisa selesai dikelola dari sumbernya," ajaknya. (*)