Pejabat Iran mengecam keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas tindakan agresif dan pernyataan menghina bangsa Teheran.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi, Rabu (8/7).
Seluruh pejabat Amerika Serikat selama ini menjalankan kebijakan yang bersifat hegemonik dan arogan terhadap negaranya.
Menurut pejabat Iran, Trump juga dianggap tidak menghormati tatanan internasional serta mengabaikan tanggung jawab dan hukum internasional.
Pasalnya gaya komunikasi Trump yang kerap melontarkan pernyataan ofensif kepada berbagai negara sebagai bentuk penghinaan terhadap rakyat Iran.
Sementara itu, Iran melancarkan serangan balasan setelah militer Amerika Serikat kembali menggempur sejumlah target di wilayahnya.
Teheran mengecam operasi militer Washington dan menyebut tindakan tersebut sebagai agresi yang melanggar hukum internasional.
Sebagai respons, Iran mengklaim telah menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk Bahrain dan Kuwait.
Pemerintah Iran juga menghentikan rencana perundingan dengan Amerika Serikat yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung melalui kelompok kerja teknis.
Langkah tersebut diambil setelah serangan AS terhadap sejumlah situs di Iran serta meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.