BANJARMASINPOST.CO.ID - Pamit dari Barito Putera, pelatih Stefano Cugurra atau Teco tak sertamerta berlabuh ke Persipura Jayapura, seperti yang selama ini dirumorkan.
Kabar terbaru yang beredar, justru muncul sosok lain yang disebut-sebut bakal menangani tim berjulukan Mutiara Hitam itu untuk kompetisi Liga 2 Championship 2026-2027 mulai 18 September 2026.
Dia adalah Andri Ramawi (40) yang pada Pegadaian Championship 2025-2026 sempat dua bulan tangani PSIS Semarang.
Rumor ini diduga berawal dari bocoran informasi internal Persipura yang kemudian diembuskan akun Instagram @22.goals.
Baca juga: Profil Winger Borneo FC Asgal Habib yang Dirumorkan Menuju Barito Putera di Liga 2, Cetak Gol Kilat
RUMOUR TRANSFER
Rumor terbaru kandidat kuat pelatih kepala @persipurajayapura1963 di @liga2match musim 2026/2027 munculkan nama @andriramawi.
Apakah pengalaman metode sang kreator memiliki sinkronisasi kuat dengan tipikal karakter pemain muda Papua?
Begitu narasi pada unggahan akun itu.
Sejumlah suporter Persipura pengikut akun tersebut bereaksi di kolom komentar.
Kebanyakan menilai kurang pas Andri Ramawi latih Boas Salossa dkk.
Selain usianya yang masih muda, suporter menganggap ada sosok lain yang cocok.
Nama-nama yang dicetuskan di antaranya Stefan Keeltjes (Kendal Tornado FC), Ricardo Salampessy hingga Teco.
Ada pun Andri Ramawi sejatinya tak asing dengan klub yang bermarkas di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua tersebut.
Dia pernah jadi asisten pelatih di sana pada Liga 1 musim 2020-2021. Saat itu Persipura diarsiteki oleh Jacksen F Tiago.
Namun kompetisi musim tersebut resmi dibatalkan dan dihentikan secara total oleh PSSI akibat pandemi COVID-19.
Di sisi lain, Andri Ramawi yang punya lisensi pelatih A AFC, justru lebih dekat dengan Barito Putera.
Catatan Banjarmasinpost.co.id, dia pertama kali jadi pelatih fisik tim PON Kalsel tahun 2014-2015.
Setahun berselang, dia jadi pelatih kepala Barito Putera Youth musim 2016-2017.
Kemudian jadi head coach tim Barito Putera U18 (2017-2018).
Puncaknya, Andri Ramawi sebagai asisten pelatih tim utama Barito Putera pada Liga 1 musim 2019-2020.
Kalau itu, tim berjulukan Laskar Antasari ditangani Djadjang Nurdjaman (Djanur).
Siapa pun yang nanti latih Persipura, maka harus bekerja ekstra keras.
Promosi ke Liga 1 atau Super League jadi harga mati.
Target tersebut nyaris terpenuhi pada Liga 2 musim lalu. Tapi kemudian buyar oleh Adhyaksa FC Banten.
Kini tantangan lebih berat mengadang Persipura.
Mereka akan jalani putaran pertama di luar Papua alias tim musafir.
Ini merupakan hukuman PSSI melalui Komite Disiplin (Komdis) dan Komite Banding atas kerusuhan usai laga lawan Adhyaksa FC Mei 2026.
Setelah itu, barulah Gunansar Mandowen dkk bisa kembali berlaga di hadapan pendukung mereka di Bumi Cendrawasih.
(Banjarmasinpost.co.id/Mulyadi Danu Saputra)