Renungan Harian Katolik Kamis 9 Juli 2026, "Beri dengan Cuma-cuma"
Eflin Rote July 09, 2026 10:19 AM

Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Kamis Biasa Pekan XIV– 9 Juli  2026
Bacaan I:  Hos. 11: 1b.3-4.8c-9
Injil:  Mat. 10: 7-15
Tema: “Beri dengan cuma-cuma”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hidup beriman bukan hanya soal menerima rahmat, tetapi juga soal berbagi dengan tulus.

Bacaan hari ini menyingkapkan kasih Allah yang begitu lembut kepada umat-Nya, sementara Injil menegaskan bahwa para murid diutus untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan sikap murah hati, tanpa pamrih. Tema “Beri dengan cuma-cuma” mengingatkan kita bahwa kasih sejati tidak pernah menuntut balasan.

Saudara-saudari terkasih. 

Dalam kitab Nabis Hosea (Hos. 11:1b.3-4.8c-9) Allah digambarkan sebagai seorang ayah yang penuh kasih, yang mengajar anak-Nya berjalan, menggendong, dan menarik dengan tali kasih.

Meski umat sering berpaling, Allah tidak tega menghukum, melainkan tetap setia dengan kasih-Nya. Dan dalam Injil (Mat. 10:7-15) Yesus mengutus murid-murid untuk mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

Mereka diminta menyembuhkan, mengusir roh jahat, dan memberi dengan cuma-cuma, sebab mereka sendiri telah menerima dengan cuma-cuma. 

Perutusan ini menekankan sikap lepas bebas dari pamrih duniawi. Refleksi kita adalah “Kasih Allah”: Hosea menyingkapkan wajah Allah yang penuh kelembutan. Kasih-Nya tidak bergantung pada kesetiaan umat, melainkan mengalir tanpa syarat.

Kita pun diajak meneladani kasih ini dalam relasi sehari-hari. “Perutusan yang bebas”: Injil menegaskan bahwa murid diutus untuk memberi dengan cuma-cuma.

Artinya, pelayanan bukanlah sarana mencari keuntungan, melainkan wujud syukur atas rahmat yang telah diterima. “Kesaksian hidup”: Hidup kita sendiri adalah anugerah. Maka, setiap talenta, waktu, dan tenaga yang kita miliki seharusnya menjadi persembahan bagi sesama. Dengan demikian, kita menjadi saksi nyata bahwa Kerajaan Allah sungguh hadir.

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,  Allah mengasihi kita dengan kasihNya yang lembut dan tanpa syarat.
Kedua, murid Kristus diutus untuk melayani tanpa pamrih dan bukan dengan tuntutan atau syarat yang kita berikan. Ketiga, hidup beriman sejati tampak dalam kesaksian yang penuh pemberian diri kita sesuai praktek hidup harian yang nyata. Tuhan memberkati kita. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.