Sekda Genjot Pemulihan Sawah Pascabencana
mufti July 09, 2026 10:40 AM

Pulihnya sektor pertanian dan perikanan akan menjadi penggerak utama kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana. M NASIR SYAMAUN, Sekda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun SIP MPA terus menggenjot percepatan pemulihan lahan sawah terdampak bencana ekologis di akhir tahun 2025, agar petani dapat segera kembali menanam. 

Saat meninjau rehabilitasi sawah di Gampong Matang Seupeng, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, pada Senin (6/7/2026), Sekda menegaskan, seluruh program rehabilitasi harus dipercepat sehingga mayoritas lahan yang sudah diperbaiki dapat segera memasuki musim tanam.

“Kami berharap mayoritas sawah yang sudah direhabilitasi sudah dapat ditanami pada Juli tahun ini,” tegas M Nasir Syamaun, Rabu (8/7/2026).

Menurut data Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, hingga saat ini progres rehabilitasi sawah rusak ringan dan sedang melalui kolaborasi Kementerian Pertanian, Pemerintah Aceh, serta pemerintah kabupaten/kota sudah mencapai 40.988 hektare.

Hal tersebut terdiri dari rehabilitasi sawah rusak ringan seluas 6.304 hektare mencapai progres fisik sekitar 40 persen, serta rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 2.281 hektare mencapai 78 persen.

Sementara untuk sekitar 16.283 hektare sawah kategori rusak berat, Sekda meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk terus mengupayakan Solusi. Sehingga, sawah warga bisa segera ditangani dan dapat dipulihkan secara bertahap.

Sekda Aceh mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian beserta Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi pusat yang terus membantu percepatan pemulihan sektor pertanian di Aceh. 

“Pulihnya sektor pertanian dan perikanan akan menjadi penggerak utama kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana,” ujarnya.

Sekda juga menegaskan, Pemerintah Aceh akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta unsur TNI agar seluruh program rehabilitasi dapat diselesaikan tepat waktu. 

Lebih lanjut, dalam kunjungan ke Aceh Timur, Sekda juga menampung permintaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat, yang mengusulkan percepatan pasokan air dari Daerah Irigasi Jambo Aye untuk mengairi sekitar 350 hektare sawah di 12 gampong di Kecamatan Simpang Ulim dan Pantee Bidari.

Merespons usulan tersebut, M Nasir Syamaun langsung meminta Asisten Perekonomian dan Pembangunan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). 

“Hasil koordinasi itu mendapat respons positif, di mana BWS menyatakan siap mengambil langkah darurat untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat,” tuturnya.

Tak hanya itu, Sekda juga menekankan Dinas Pengairan Aceh dan kontraktor pelaksana segera mempercepat penyelesaian pekerjaan agar pasokan air segera tersedia sehingga petani dapat segera memulai musim tanam.

Diketahui, dalam kunjungan ke Aceh Timur, Senin (6/7/2026), Sekda didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, T Roby Irza, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, Kepala Dinas Pengairan Aceh, Erwin, Tim Khusus Gubernur, Faisal Rizal, Kepala BBRMP Aceh, Firdaus, serta sejumlah pejabat terkait.(ra)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.