PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Tahun ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang mengusulkan revitalisasi terhadap 57 sekolah atau satuan pendidikan kepada pemerintah pusat.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan kualitas layanan pendidikan di Pangkalpinang.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna menyebutkan, usulan revitalisasi sekolah tersebut mencakup 18 pendidikan anak usia dini (PAUD), 29 sekolah dasar (SD), dan 10 sekolah menengah pertama (SMP).
"Hingga saat ini sudah ada empat satuan pendidikan yang masuk pada tahap perjanjian kerja sama (PKS), yakni tiga PAUD dan satu SD. Kami berharap jumlah itu terus bertambah seiring proses verifikasi yang dilakukan pemerintah pusat," ujar Dessy, Rabu (8/7/2026).
Adapun pada 2025, kata dia, Pangkalpinang telah menerima bantuan revitalisasi untuk lima satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp2,6 miliar.
Bantuan tersebut meliputi pembangunan area bermain di TK Muslimat NU dan TK Kalam Kudus, rehabilitasi SDN 40 dan SDN 62, serta revitalisasi SMPN 9 Pangkalpinang.
Revitalisasi di SMPN 9 mencakup perbaikan toilet, ruang kelas, laboratorium, hingga ruang administrasi guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik.
Dessy berharap, bantuan yang telah diterima dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus menjadi awal bertambahnya dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Pangkalpinang.
"Kami berharap usulan revitalisasi yang telah diajukan dapat terealisasi lebih banyak lagi sehingga makin banyak sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang layak," ujarnya.
Selain program revitalisasi, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga mendorong pemerintah pusat memberikan dukungan terhadap pembangunan dua sekolah baru, SMPN 11 dan SMPN 12.
Menurut Dessy, penambahan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Ia juga berharap Pangkalpinang dapat memperoleh dukungan dalam program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang tengah dipersiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan kementerian. Selama masih tersedia lahan, kami berharap pembangunan sekolah baru dapat direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan layanan pendidikan di Kota Pangkalpinang," kata Dessy.
Pemerintah Kota Pangkalpinang mewacanakan pembangunan SMPN 12 di lahan yang sama dengan pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang di Jalan Kutilang, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang.
Lahan seluas sekitar lima hektare yang telah disiapkan Pemerintah Kota Pangkalpinang tersebut akan dibagi menjadi dua kawasan.
Sebagian lahan digunakan untuk pembangunan SMAN 5 yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sementara sebagian lainnya direncanakan untuk pembangunan SMPN 12 Pangkalpinang.
"Nanti SMP Negeri 12 Pangkalpinang akan bersebelahan dengan SMA Negeri 5. Lahannya kita bagi dua, sebagian untuk SMA dan sebagian lagi untuk SMP," kata Wali Kota Pangkalpinang Saparudin, Rabu (8/7/2026).
Saparudin memastikan pembangunan SMPN 12 belum akan dimulai pada 2026.
Sebab, Pemerintah Kota Pangkalpinang tahun ini masih memprioritaskan pembangunan SMPN 11 yang berlokasi di kawasan Selindung.
"Tahun depan insyaallah sudah siap dibangun (SMPN 12). Tahun ini kita fokus membangun SMP Negeri 11 dulu, sedangkan SMP Negeri 12 masih dalam tahap perencanaan," ujar Saparudin.
Ia berharap, keberadaan SMPN 12 nantinya bisa mendekatkan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya di Kelurahan Air Kepala Tujuh dan Tua Tunu Indah.
Menurut Saparudin, pembangunan sekolah baru juga menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penduduk sekaligus pemerataan layanan pendidikan di Pangkalpinang.
"Harapannya, masyarakat memiliki akses pendidikan yang lebih dekat, mulai dari jenjang SMP hingga SMA. Ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pendidikan di Kota Pangkalpinang," katanya. (t2)