TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Bandara Dhoho (DHX) di Kediri, Jawa Timur, diproyeksikan melayani penerbangan haji musim haji 1448 Hijriah/2027 Masehi dengan perkiraan total calon jemaah haji (CJH) yang akan diangkut sebanyak 10.000 lebih jemaah dari wilayah eks Karesidenan Kediri dan Madiun.
Salah satu alasan pemanfaatan Bandara Dhoho untuk penerbagan haji 2027 adalah karena kemampuan bandara ini melayani pendaratan dan take off pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777-300ER dan pesawat double decker Airbus A380 mengingat bandara ini memiliki total panjang landasan pacu (runway) 3.300 meter.
Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, yang selama bertahun-tahun digunakan melayani penerbangan haji, belum bisa digunakan melayani pendaratan dua jenis pesawat terbang komersial tersebut.
Pemanfaatan Bandara Dhoho untuk penerbangan haji 2027 untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mencari alternatif operasional yang lebih efisien," ungkap Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan di Rapat Koordinasi Persiapan Bandara Dhoho Kediri sebagai Embarkasi Haji yang berlangsung di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Rabu, 1 Juli 2026.
Dia mengatakan, penerbangan haji Embarkasi Surabaya menghadapi tantangan karena Bandara Juanda belum dapat melayani pesawat berbadan lebar Boeing 777-300.
Akibatnya, penerbangan masih menggunakan Airbus A330-300 yang memerlukan technical landing untuk pengisian bahan bakar saat keberangkatan maupun kepulangan sehingga berdampak pada meningkatnya biaya operasional.
Sementara, Bandara Dhoho seperti pernah disampaikan Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDHI) Maksin Arisandi kepada Tribunnews di acara diskusi dengan wartawan Kementerian Perhubungan, Bandara Dhoho bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777-300 ER dan pesawatAirbus A380.
Baca juga: Bandara Dhoho Layani Penerbangan Haji 2027, Angkut 10.000 Jemaah Karesidenan Kediri-Madiun
"Bandara Dhoho memiliki panjang runway 3.300 meter yang setara dengan panjang runway di Bandara Soekarno-Hatta dan lebih panjang dari Bandara Juanda Surabaya," ungkapnya.
Kualitas landasan pacu ini , menurut Maksin Arisandi, juga pernah diinspeksi oleh perwakilan maskapai penerbangan dari Timur Tengah, yang datang ke Kediri untuk mengecek keandalan landasan pacu di bandara ini, ketika maskapai penerbangan tersebut menjajaki peluang penerbangan umrah dari Kediri, dan menyatakan landasan pacu bandara ini bisa didarati kedua jenis pesawat super jumbo tersebut.
Bandara Dhoho sendiri sudah mengantongi izin penerbangan internasional untuk charter rombongan ibadah umrah dari Kementerian Perhubungan RI melalui penerbitan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor 146 Tahun 2024 bulan November 2024 lalu.
Maksin Arisandi mengatakan, apron Bandara Dhoho bisa mengakomodir untuk parkir 12 pesawat narrow body seperti Boeing 737 series dan Airbus A320 serta 3 pesawat berbadan lebar sekaligus.
Dengan demikian layanan haji menggunakan pesawat jumbo seperti Boeing 777-300 ER atau Airbus A380 tidak akan mengganggu layanan penerbangan reguler di rute penerbangan domestik.
Baca juga: Alasan Bandara Dhoho Dipakai Penerbangan Haji 2027: Bisa Didarati Boeing 777-300 ER dan Airbus A380
Saat ini Bandara Dhoho melayani penerbangan langsung dari Kediri ke Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten (CGK) empat kali seminggu oleh maskapai Super Air Jet menggunakan Airbus A320.
Maksin Arisandi mengatakan, kapasitas Bandara Dhoho hingga 2035 diproyeksikan mencapai 1,5 juta per tahun dan bisa dikembangkkan jadi 10 juta penumpang per tahun saat memasuki tahap ultimate atau puncak.
Sementara, area parkir Bandara Dhoho mampu mengakomodir 900 mobil dan 300 sepeda motor. "Bangunan bandara ini dirancang dengan konsep compact minimalis tapi masih bisa terus dikembangkan ke depan," kata Maksin Arisandi.
Baca juga: Hari Ini Super Air Jet Terbang Perdana dari Jakarta ke Bandara Dhoho Kediri
Dia mengatakan, jika penerbangan umrah dan haji kelak bisa direalisasikan berangkat langsung dari Kediri, maka target 1,5 juta penumpang per tahun di Bandara Dhojo akan lebih cepat direalisasikan.