FC Barcelona dikabarkan siap memberikan dua pukulan besar kepada Manchester United setelah secara mengejutkan ikut bersaing dalam perburuan winger Borussia Dortmund, Karim Adeyemi, seperti diungkapkan oleh Fabrizio Romano.
Adeyemi, 24 tahun, telah lama menjadi target incaran Manchester United, dengan minat yang semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir seiring upaya INEOS mencari pemain sayap baru. Pemain internasional Jerman ini mampu bermain di kedua sisi sayap maupun sebagai penyerang tengah, menjadikannya mimpi buruk bagi para bek lawan berkat kombinasi kecepatan dan teknik individunya.
Masuk dalam daftar pemain tercepat dalam sejarah Bundesliga dengan catatan kecepatan tertinggi 36,65 km/jam, Adeyemi menawarkan ancaman mematikan di lini belakang lawan. Namun, ia bukan sekadar pemain cepat, melainkan juga penggiring bola yang kuat dengan kaki kanan yang sangat berbahaya.
Penurunan performa musim lalu membuatnya hanya mencatatkan 10 gol dan lima assist, turun dari 12 gol dan 11 assist pada musim sebelumnya. Meski begitu, sempat beredar laporan adanya ketegangan antara Adeyemi dan staf pelatih Dortmund di tengah musim yang sulit bagi tim asuhan Edin Terzić tersebut.
Die Schwarzgelben dikabarkan bersedia melepas pemain kelahiran München itu dengan harga sekitar €65 juta (£55 juta). Manchester United menghadapi persaingan dari klub-klub Liga Premier lainnya seperti Arsenal, Chelsea, dan Liverpool, sementara juara Eropa Paris Saint-Germain juga dikabarkan tertarik.
Namun, Barcelona tampaknya menjadi yang pertama mengambil langkah konkret, dengan Romano mengonfirmasi bahwa raksasa Spanyol tersebut telah mengajukan "tawaran resmi" untuk Adeyemi, sebagaimana pertama kali dilaporkan oleh Gerard Romero.
Menurut laporan tersebut, Adeyemi hanya ingin bergabung dengan Barcelona pada musim panas ini. Negosiasi antara Barcelona dan Dortmund masih berlangsung, tetapi arah pembicaraan menunjukkan bahwa sang pemain kemungkinan besar akan segera pindah ke Catalunya.
Kesepakatan ini menjadi pukulan kedua yang signifikan bagi Manchester United, karena sekaligus menutup peluang Barcelona untuk kembali mengincar Marcus Rashford.
Pemain berusia 28 tahun asal Inggris itu, yang saat ini memperkuat tim nasional Tiga Singa di Piala Dunia di Amerika Utara, menghabiskan musim lalu dengan status pinjaman di Barcelona. Dalam kesepakatan tersebut terdapat opsi pembelian senilai £26 juta, yang awalnya tampak akan diaktifkan setelah Rashford membantu tim mempertahankan gelar LaLiga.
Namun secara mengejutkan, Barcelona memutuskan untuk tidak mempermanenkan Rashford. Klub mencoba menegosiasikan harga yang lebih rendah atau, jika memungkinkan, perpanjangan masa pinjaman. Manchester United menolak keras, memilih untuk memulangkannya ke Old Trafford dan mencari pembeli baru daripada menurunkan harga.
Sayangnya, pasar untuk pemain depan berusia 28 tahun yang sangat bergantung pada kecepatan dan bergaji lebih dari £300.000 per pekan terbukti sulit. Beberapa klub memang menunjukkan minat, namun belum ada pembicaraan lanjutan yang signifikan.
Fakta bahwa Barcelona kini mungkin tidak lagi berminat untuk mendatangkan Rashford, baik secara permanen maupun pinjaman—terutama setelah mereka merekrut Anthony Gordon dari Newcastle United dan berupaya menambah Adeyemi—bisa menjadi masalah besar bagi INEOS seiring berjalannya jendela transfer musim panas ini.