Viral Dugaan Pungli Antrean SPBU Mataram Musi Rawas, Koordinator Parkir Buka Suara
Yandi Triansyah July 09, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS — Jagat media sosial dihebohkan dengan rekaman video amatir yang mengungkap adanya dugaan pungutan liar (pungli) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Dalam video berdurasi 57 detik tersebut, seorang oknum diduga menarik uang sebesar Rp5.000 kepada setiap sopir mobil yang sedang mengantre.

Video tersebut mendadak viral usai diunggah oleh beberapa akun media sosial, salah satunya akun Facebook Portal Musi Rawas.

Berdasarkan keterangan unggahan, peristiwa tersebut direkam oleh salah satu sopir saat mengantre pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

"Info bahwa di Pom (SPBU Mataram) ini ada pungli. Ini oknumnya yang pakai baju hitam yang merokok. Minta pungutan Rp5.000 per mobil. Aku kasihlah Rp5.000, katanya untuk ngatur parkir. Entah ini dari pihak SPBU atau dari pihak luar," ujar sang perekam dalam video viral tersebut.

Sejumlah sopir mengeluhkan aksi tersebut karena diduga telah berlangsung selama hampir setengah bulan terakhir di area sekitar SPBU.

Pihak Pengatur Parkir Berikan Klarifikasi

Menanggapi video yang telanjur viral, Sanu Saidinata, pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai koordinator pengatur lalu lintas di depan SPBU Mataram, langsung memberikan klarifikasi dengan didampingi oleh pihak kepolisian setempat.

Sanu membenarkan bahwa dirinya bertugas menertibkan kendaraan di kawasan tersebut agar tidak mengganggu arus lalu lintas jalan raya. Namun, ia membantah keras tuduhan adanya pemaksaan nominal uang parkir.

"Benar saya koordinator untuk pengaturan lalu lintas di depan SPBU ini, menertibkan parkir. Tidak benar kalau saya telah mengambil uang pemaksaan sebesar Rp5.000. Kepada yang merasa (dirugikan), dengan segala hormat saya memohon maaf yang sebesar-besarnya," kata Sanu dalam video klarifikasinya, Kamis (9/7/2026).

Sanu mengklaim bahwa inisiatif pengaturan jalur tersebut murni dilakukan demi menjaga ketertiban umum.

Pasalnya, sebelum adanya pengaturan parkir, area di depan SPBU sering kali diwarnai keributan antarsopir yang saling berebut nomor antrean pengisian BBM.

"Kami bekerja dengan sebenar-benarnya dan sungguh-sungguh. Di sinilah kami mengatur supaya tidak timbul rebutan atau menghindari sejenis gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat)," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.