Distan Kepahiang Ungkap Penyebab Petani Sulit Dapat Pupuk Bersubsidi, Jadwal Tanam Tak Sinkron
Ricky Jenihansen July 09, 2026 03:38 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG – Dinas Pertanian (Distan) Kepahiang menanggapi keluhan sejumlah petani yang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan pertanian mereka.

Distan Kepahiang menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala dalam proses distribusi pupuk bersubsidi.

Namun, persoalan yang terjadi di lapangan lebih disebabkan belum sinkronnya jadwal kebutuhan pupuk dengan jadwal tanam yang dilakukan petani.

Penyebab Petani Sulit Mendapat Pupuk Bersubsidi

Kepala Dinas Pertanian Kepahiang Taufik melalui Kabid Tanaman Pangan Exe Isvan Vandes menjelaskan, saat ini terdapat dua distributor pupuk bersubsidi yang melayani wilayah Kepahiang, yakni PPI dan Siba.

Selain itu, terdapat 14 kios pupuk bersubsidi yang tersebar di berbagai wilayah dengan total 5.373 petani yang telah terverifikasi dan berhak menebus pupuk bersubsidi.

"Sebenarnya kalau pupuk subsidi, kalau kita melihat permasalahan ini, antara ketersediaan dan kebutuhan yang belum sinkron," ujar Exe.

Menurutnya, jadwal ketersediaan pupuk bersubsidi telah dirancang sejak awal melalui penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Namun, dalam praktiknya, jadwal tanam petani sering mengalami perubahan sehingga kebutuhan pupuk tidak sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.

"Jadwal ketersediaan sendiri memang sudah ada dan dirancang pada saat RDKK. Terkadang petani menjadwalkan tanam pada bulan Februari, tetapi maju ke Januari. Ada juga yang mundur sehingga pupuk yang tersedia belum ditebus," jelas Exe.

Ia menambahkan, perubahan jadwal tanam tersebut umumnya dipengaruhi kondisi cuaca dan gejala alam, terutama saat musim hujan yang mendorong petani untuk lebih cepat melakukan penanaman.

"Jadwal penanaman yang berubah bisa jadi karena gejala alam yang musim hujan sehingga banyak yang nanam padahal belum jadwal tanam," kata Exe.

Distribusi Pupuk Dipastikan Lancar

Meski demikian, Distan Kepahiang memastikan koordinasi dengan distributor pupuk bersubsidi masih berjalan dengan baik dan hingga kini belum ditemukan kendala dalam penyaluran pupuk ke kios-kios resmi.

"Koordinasi kami dengan distributor sampai sekarang belum ada kendala," ungkap Exe.

Dari data Distan Kepahiang, realisasi penyerapan pupuk bersubsidi pada tahun 2026 masih tergolong rendah.

Untuk pupuk Urea, serapan baru mencapai 36 persen atau sekitar 346 ton.

Sementara pupuk NPK baru terserap 24 persen atau sekitar 503 ton, sedangkan pupuk organik tercatat sebanyak 29 ton.

Melihat masih rendahnya tingkat penyerapan tersebut, Distan Kepahiang mengimbau petani yang telah tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam RDKK agar segera melakukan penebusan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah ditetapkan.

"Untuk petani yang sudah tergabung dalam kelompok tani dan telah masuk dalam RDKK, kami mengimbau untuk segera mungkin menebus pupuknya dengan hanya membawa KTP," pungkas Exe.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.