TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Harga cabai geprek di Pasar Kramat Tinggi, Kabupaten Batang Hari, Jambi, naik jadi Rp60.000 per Kg.
Kenaikan harga cabai geprek dan rawit ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Pantauan Tribun Jambi hari ini, suasana di Pasar Kramat Tinggi, Kabupaten Batang Hari tampak lebih ramai dari sebelumnya karena memang hari ini bertepatan dengan hari pasar, Kamis (9/7/2026).
Harga kebutuhan pokok terpantau mengalami fluktuasi, terutama cabai rawit dan cabai geprek yang kini menembus angka Rp60.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit tersebut diketahui sudah bertahan sejak seminggu ini, di mana harga sebelumnya berada di angka Rp50.000 per kilogram.
Ketidakstabilan harga cabai di pasar saat ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem serta kondisi minyak solar yang susah dicari oleh angkutan barang, ditambah faktor daya beli masyarakat yang berkurang semenjak musim libur.
Selain cabai rawit, beberapa sayuran lainnya di Pasar Kramat Tinggi juga ikut mengalami perubahan harga yang dalam sepekan terakhir.
Tengku Agam, pedagang di Pasar Kramat Tinggi mengatakan saat ini harga komoditi cabai dan bawang mengalami fluktuasi.
Baca juga: Hasil Banding 4 Terdakwa Korupsi DAK di Disdik Jambi, Uang Pengganti Wawan Turun Jadi Rp2,3 M
Baca juga: Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus Kejagung yang Rumahnya Dijaga TNI, 2 Tahun Lalu Dikuntit Densus
"Sekarang harga Rp35.000 per kilogram untuk jenis cabai keriting. Kalau cabai rawit ada kenaikan dikit, sekarang Rp60.000, sebelumnya harganya Rp50.000, naik Rp10.000 dan sudah seminggu ini harganya naik. Untuk cabai geprek juga sama Rp60.000 per kilo," katanya.
Ia menambahkan, harga bawang merah justru mengalami penurunan, sementara bawang putih dan tomat merangkak naik.
"Kalau cabai merah keriting stabil, tidak turun dan tidak naik. Untuk bawang merah sekarang menurun jadi Rp30.000 dari sebelumnya Rp35.000. Bawang putih naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Terus harga tomat naik juga sekarang Rp18.000, biasanya Rp10.000 atau Rp12.000 per kilogram," jelasnya.
Hal senada juga di sampaikan Rahmat (40) pedagang lainnya di Pasar Kramat Tinggi.
Kata dia, pergerakan harga sayuran ikut dipengaruhi oleh kendala transportasi logistik yang terhambat di perjalanan.
"Terung ungu dari Padang sekarang harganya Rp12.000 per kilo, naik yang sebelumnya sempat Rp14.000 per kilo. Ini karena faktor cuaca dan minyak solar yang susah dicari sekarang," jelasnya.
Kondisi pasokan barang di pasar sebenarnya dinilai masih cukup aman, namun jumlah transaksi belanja dari warga cenderung menurun.
"Semenjak libur ini memang daya beli berkurang. Sawi putih sekarang harganya Rp10.000 per kilo, padahal seminggu lalu sempat bertahan di harga Rp12.000. Untuk pasokan sendiri sebenarnya cukup dan tidak ada kelangkaan barang, daya beli saja yang berkurang," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Hasil Banding 4 Terdakwa Korupsi DAK di Disdik Jambi, Uang Pengganti Wawan Turun Jadi Rp2,3 M
Baca juga: Bongkar Sarang Kobra di Kenali Asam Kota Jambi, Temukan Induk dan 8 Telur