Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aksi begal di Kota Bandung mendapat sorotan dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya karena aksi kriminalitas tersebut kerap menyebabkan adanya korban luka.
Dalam akun instagramnya, Atalia menyoroti kasus begal sadis di Arcamanik dengan korban seorang anak hingga menyebabkan jari tangan korban harus diamputasi, kepala dan kaki terkena bacokan serta mengalami luka tusuk.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui bahwa kasus begal tersebut sudah mendapat sorotan dari Atalia, sehingga dengan adanya kejadian ini, pihaknya akan meningkatkan patroli.
"Betul, itu sebabnya saya bersama jajaran setiap hari Minggu akan melakukan operasi mulai jam 2 pagi untuk keliling karena bagaimanapun juga, ini bagian dari kita melakukan siskamling," ujarnya saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).
Dalam siskamling tersebut, kata Farhan, kuncinya harus melibatkan seluruh warga dengan semangat warga jaga warga, warga jaga kota. Sehingga, tidak boleh terus menerus hanya menggantungkan diri kepada aparat hukum.
"Bagaimanapun juga, masyarakat harus turun menjaga kota kita dari serangan-serangan atau penyimpangan-penyimpangan kriminalitas tersebut," kata Farhan.
Dia mengklaim, sebetulnya patroli yang selama ini sudah dilakukan, sebetulnya sudah efektif. Bahkan dengan terungkapnya banyak kejadian begal itu menunjukkan bahwa Pemkot Bandung memang sedang membongkar banyak hal.
"Tapi seperti saya bilang, efektivitas tim satgas ini tidak akan maksimal apabila tidak ada keikutsertaan warga. Jadi SisKamling, warga jaga warga, warga jaga kota itu akan kita gencarkan kembali," ucapnya.
Farhan mengatakan, pihaknya sudah memiliki data beberapa titik-titik yang rawan aksi begal terutama daerah perbatasan yang selama ini sering menjadi tempat bagi para pelaku untuk kabur.
"Nah, kenapa? karena memang ada ruang ke sana yang seolah-olah tidak ada yang mengawasi. Kayak di perbatasan. Nah, itu yang sedang berusaha kita tutup bersama-sama," kata Farhan.