Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Penerimaan peserta didik baru masih menjadi tantangan bagi sekolah swasta di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada tahun ajaran 2026/2027.
Meski demikian, SMA Informatika Ciamis mengaku sedikit lega karena jumlah pendaftar tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.
Panitia SPMB SMA Informatika Ciamis, Agus Firdaus, mengatakan hingga awal Juli 2026 jumlah pendaftar telah mencapai 108 orang.
Jumlah tersebut memang masih jauh dari kuota yang disiapkan sebanyak sekitar 250 siswa.
Namun, angka itu dinilai cukup menggembirakan karena ada kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah ada peningkatan meskipun tidak signifikan, hanya bertambah beberapa orang dibanding tahun lalu," ujar Agus saat ditemui di sekolah, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, sejak awal pembukaan SPMB pihak sekolah sempat khawatir karena jumlah pendaftar masih sangat sedikit.
"Bahkan awal-awal kami sempat waswas, jangan-jangan tidak sampai 50 orang atau tidak sampai 100 orang. Alhamdulillah sekarang sudah 108 pendaftar," katanya.
Agus mengakui sekolah swasta masih menghadapi tantangan besar karena mayoritas orang tua lebih memilih sekolah negeri.
Menurutnya, biaya pendidikan gratis di sekolah negeri menjadi pertimbangan utama masyarakat.
"Mindset masyarakat sekarang memang masih mengutamakan sekolah negeri karena dianggap gratis. Itu menjadi tantangan bagi sekolah swasta," ujarnya.
Padahal, kata Agus, SMA Informatika Ciamis juga memberikan berbagai keringanan biaya bagi calon peserta didik.
Ia menjelaskan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) sebesar Rp 2,5 juta dapat dicicil selama tiga tahun, bahkan banyak siswa memperoleh potongan melalui program beasiswa.
Calon siswa dapat memilih salah satu jalur, yakni tes komputer dasar, tes pengetahuan umum (IPA/IPS), tes pengetahuan agama dan baca tulis Al-Qur'an (BTQ), tes hafalan Al-Qur'an minimal satu juz, maupun jalur prestasi.
Jalur prestasi diperuntukkan bagi siswa berprestasi akademik maupun nonakademik, seperti peringkat 10 besar, olahraga, seni, pencak silat, Pramuka, kepemilikan sertifikat kejuaraan, aktif berorganisasi hingga kondisi khusus seperti siswa yatim.
"Calon siswa bisa mengikuti tes beasiswa. Ada yang mendapat potongan 50 persen bahkan sampai 100 persen untuk DSP," katanya.
Selain itu, uang masuk awal sebesar Rp800 ribu sudah mencakup seragam, batik, baju olahraga, kemeja PAKK, atribut seperti topi dan dasi, kegiatan MPLS hingga SPP bulan pertama.
Adapun iuran SPP bulanan di sekolah tersebut sebesar Rp50 ribu.
Menurut Agus, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa sekolah swasta juga memiliki berbagai program bantuan biaya.
"Orang tahunya sekolah swasta itu mahal. Padahal kami berusaha membantu siswa yang kurang mampu melalui berbagai kebijakan pembiayaan," ucapnya.
Untuk menarik minat calon siswa, SMA Informatika Ciamis terus menggencarkan sosialisasi melalui media sosial, terutama TikTok, serta bekerja sama dengan berbagai pihak.
Sekolah tersebut juga memiliki program unggulan berupa pembelajaran informatika yang diberikan kepada seluruh siswa dari kelas X hingga XII.
Selain mata pelajaran umum, siswa memperoleh tambahan keterampilan seperti teknik komputer hardware dan jaringan, pemrograman menggunakan C++, Python, Web, VB.Net, dan Android, administrasi perkantoran berbasis Microsoft Office dan komputer akuntansi, desain grafis, multimedia, bahasa Jepang, hingga Program Aplikasi Keinformatikaan dan Kewirausahaan (PAKK). (*)