TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Beredar video aksi puluhan emak-emak geruduk 3 rumah di Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Jambi, yang disebut terkait narkotika.
Emak-emak itu nekat mendatangi dan menggeruduk tiga rumah warga yang dicurigai sebagai tempat peredaran barang haram tersebut.
Aksi penggerudukan ini terjadi di Desa Rantau Kapas Mudo, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari.
Informasi yang beredar, emak-emak yang berjumlah sekira 70 orang tersebut secara bergantian menyambangi tiga titik lokasi rumah yang berada di RT berbeda sejak sore hari.
Meskipun sempat memicu ketegangan di lingkungan sekitar, aksi penyampaian aspirasi dan penolakan peredaran narkoba oleh massa emak-emak ini dipastikan berjalan aman dan tetap kondusif tanpa ada tindakan anarkis.
Kepala Desa Rantau Kapas Mudo, Arwinsyah, membenarkan adanya aksi demo dari kalangan ibu-ibu di wilayahnya yang merasa tidak nyaman dengan maraknya peredaran narkoba jenis sabu.
"Memang betul ada aksi dari ibu-ibu yang merasa tidak nyaman terkait maraknya peredaran sabu. Namun, ibu-ibu yang berjumlah sekira 70 orang tersebut berasal dari warga Desa Pelayangan. Hal ini memang kelanjutan dari kejadian di Pelayangan tersebut," katanya.
Ia merincikan, aksi penggerudukan oleh warga tersebut menyasar tiga rumah berbeda yang diduga menjadi tempat pengedar narkoba.
Baca juga: Harga Cabai di Pasar Kramat Tinggi Batang Hari Tembus Rp 60 Ribu Per Kilo
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Bungo-Jakarta Tanpa Transit, Nam Air Rp1.320.158
"Kejadian ini terjadi di tiga rumah di beda RT yang diduga pelaku pengedar narkoba. Pertama pada pukul empat sore di RT 09, kemudian pada pukul 17.30 berada di RT 06. Rinciannya, satu rumah di RT 06 dan dua rumah di RT 09. Meskipun dilakukan oleh puluhan orang, aksi damai ini masih kondusif," ujarnya.
Menyikapi tuntutan warga, ia langsung memfasilitasi mediasi bersama aparat penegak hukum guna meredam situasi.
"Pada hari ini kami bersama unsur terkait, khususnya dari pihak Kasat Narkoba, sudah melakukan mediasi dan disepakati terkait adanya sanksi sosial," tambahnya.
Ia juga menyebut pihak kepolisian juga telah bergerak melakukan tindakan di lokasi, namun tidak ditemukan barang bukti pendukung.
"Diduga pelaku juga sudah dilakukan penggerebekan oleh pihak kepolisian di tempat, namun memang tidak ditemukan barang bukti tersebut. Pelaku juga mengakui bahwa dirinya sudah tidak melakukan hal ini lagi," terangnya.
Menutup keterangannya, ia meminta masyarakat ke depan untuk menyampaikan keluhan secara resmi melalui jalurnya.
"Untuk menyampaikan aspirasi warga ke depannya, saya minta untuk diarahkan langsung ke rumah saya," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Bungo-Jakarta Tanpa Transit, Nam Air Rp1.320.158
Baca juga: Hasil Banding 4 Terdakwa Korupsi DAK di Disdik Jambi, Uang Pengganti Wawan Turun Jadi Rp2,3 M